Kasus Hantavirus pada Anak Sedikit, tetapi Komorbid Perlu Diwaspadai
Jakarta, Di tengah sorotan terhadap hantavirus belakangan ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menaruh perhatian pada risiko infeksi pada anak.Anggota Unit Kerja Koordinas...
"Dari beberapa publikasi, anak, kasus anak itu jauh lebih sedikit, sekitar 3-10 dari kasus dewasa," kata Dominicus dalam media briefing IDAI, Jumat (8/5).Lebih banyak ditemukan pada remajaDominicus mengatakan, kasus anak lebih banyak ditemukan pada kelompok remaja. Gejala yang muncul umumnya mirip dengan orang dewasa, seperti demam, nyeri kepala, nyeri otot, lemas, hingga penurunan trombosit. Pilihan RedaksiAntisipasi Hantavirus Masuk RI, Menkes Siapkan SkriningKisah Haru Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Terisolasi HantavirusApakah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi? Ini Kata AhliDominicus menambahkan, gejala tersebut bisa membuat hantavirus tampak mirip dengan penyakit lain, termasuk demam berdarah. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) itu menjelaskan, hantavirus dapat menyerang organ yang berbeda tergantung jenis virusnya.Pada varian yang banyak ditemukan di Amerika, termasuk virus Andes, gangguan paling berat biasanya terjadi pada paru-paru."Varian yang di Amerika akan menyebabkan dia sesak. Jadi setelah demam, nyeri-nyeri, dan lesu, dia terus mengalami kesulitan bernapas seperti kayak waktu COVID," kata Dominicus.Adapun varian yang lebih sering ditemukan di Eropa dan Asia umumnya lebih berdampak pada ginjal."Varian Eropa, paru-parunya enggak terlalu terpengaruh, tapi ginjalnya yang berpengaruh. Jadi penurunan fungsi ginjal menjadi yang paling nyata," ujar Dominicus.Pada kondisi yang menyerang ginjal, pasien dapat mengalami penurunan fungsi ginjal hingga membutuhkan cuci darah.
Anak dengan komorbid harus lebih waspadaAnak dengan komorbid harus lebih diwaspadai. Risiko dapat meningkat, terutama pada anak dengan gangguan sistem imun atau gangguan organ, termasuk ginjal."Anak-anak dengan gangguan organ, misalnya yang sudah punya fungsi ginjalnya enggak terlalu baik, bila terkena tentu akan lebih cepat memberat dan lebih berat derajat beratnya," kata Dominicus.Namun Dominicus juga mengingatkan, orang tanpa komorbid tetap bisa mengalami kondisi berat. Ia mengaitkan pada pasangan asal Belanda dalam kasus terkait kapal MV Hondius yang menurutnya tampak tidak memiliki komorbid."Ya, pasangan Belanda itu kayaknya enggak ada komorbidnya. Artinya, orang yang tidak ada komorbid juga dalam risiko untuk meninggal," ujarnya.IDAI mengingatkan orang tua untuk tetap menjaga kewaspadaan tanpa panik. Upaya pencegahan tetap dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan tikus, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah. (anm/rti)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260508181337-255-1356683/kasus-hantavirus-pada-anak-sedikit-tetapi-komorbid-perlu-diwaspadai
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Biar Tak Salah Pilih Pakaian, Ini Cara Mengetahui Bentuk Tubuhmu
28 May 2026
Pria Ini Kesakitan 3 Tahun, Ternyata Ada Batu 1,3 Kg di Kandung Kemih
28 May 2026
Batal Jadi Kurban, Kerbau Trump Dibawa ke Kebun Binatang
28 May 2026
5 Ciri Semangka Merah dan Manis, Jangan Salah Pilih
28 May 2026
Pesawat yang Akan Lakukan Penerbangan 22 Jam 'Delay' Hingga 2027
28 May 2026
4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Wajah dan Tips Menggunakannya