Hiburan 26 Dec 2025 7 views

Strategi Korea Selatan Mendunia Lewat Industri Film

Judul: Strategi Korea Selatan Mendunia Lewat Industri Film Jakarta, Sejumlah cara pernah dilakukan Korea Selatan hingga akhirnya bisa menjelma menjadi salah satu negara dengan pen

Strategi Korea Selatan Mendunia Lewat Industri Film
Judul: Strategi Korea Selatan Mendunia Lewat Industri Film

Jakarta, Sejumlah cara pernah dilakukan Korea Selatan hingga akhirnya bisa menjelma menjadi salah satu negara dengan pengaruh perfilman yang kuat di dunia, yang mungkin bisa ditiru oleh berbagai negara termasuk Indonesia.Program Director for International Film di Busan Cinema Center, Chun Hye-Jin mengatakan bahwa capaian Korea Selatan di dunia film saat ini bermula dari keberpihakan negara dengan konten lokalnya sendiri.Lihat Juga :Laporan dari Busan'Kartu-kartu As' Kesuksesan Perfilman Korea

Dalam acara diskusi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bertajuk Frame of Influence: Understanding the Korean Wave in Indonesia's Film Landscape, Selasa (2/12), Chun menyebut hal pertama yang dilakukan Korea Selatan dulu kala adalah penerapan sistem kuota layar atau screen quota system terhadap film lokal.Chun menjelaskan pada 1996, aturan itu mewajibkan film-film Korea Selatan tayang selama 146 hari dalam setahun, atau sebesar 40 persen setahun. Akan tetapi pada 2006 turun menjadi 73 hari per tahun.
"Itu mungkin bisa dimulai dari ada seperti tadi yang sudah disebutkan screen quota system, kemudian ada juga dukungan dari pemerintah-pemerintahnya sendiri," kata Chun.Dalam diskusi yang jadi bagian dari Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea oleh FPCI dan Korea Foundation itu, Chun mengatakan saat ini Korea Selatan sudah menjadi pengekspor film. Padahal pada dekade '90-an, pasar film negara itu masih didominasi film Hollywood.Infografis 100 Tahun Jatuh-Bangun Film Korea. (/Fajrian)"Terjadi pertumbuhan eksponensial berkat pengenalan sistem kuota layar, lonjakan modal swasta, dan pembentukan ekosistem kreatif yang berpusat pada sutradara. Sejak 2002, pangsa pasar film lokal selalu melebihi 50 persen," ucapnya.Selain itu, Chun menyebut promosi film juga bisa dilakukan dengan menggelar festival film. Ia mencontohkan sebagaimana yang digelar di Korea sebagai ajang promosi film mereka yakni, Festival Film Internasional Busan."Nah itu salah satu caranya bisa lewat dengan film festival dan kalau dalam film festival itu kan kita tidak perlu mikirin selera masyarakat seperti apa. Jadi dari skala kecil dulu lewat film festival itu nantinya akan banyak bisa melahirkan filmmaker baru," kata Chun.Lihat Juga :7 Film Korea Legendaris dalam 100 TahunTerakhir, Chun menyampaikan pentingnya peran setiap pihak-pihak terkait dalam mendukung industri perfilman dalam negeri.Ia menjelaskan dari segi pemerintahan, saat ini Korea Selatan memiliki dua badan yang membawahi urusan tersebut. Pertama, Korea Creative Content Agency (KOCCA) dan Korean Film Council (KOFIC).Tak hanya itu, ia menyebut bahwa peran sektor swasta juga penting dalam memajukan industri film dalam negeri. Chun menyebut di balik kesuksesan film-film Korea seperti Squid Game dan Parasite juga banyak mendapatkan dukungan dari perusahaan-perusahaan besar Korea."Film-film yang sukses masuk OTT; Squid Game, Parasite, itu lebih banyak menerima dukungan dari perusahaan besar, support yang diberikan seperti fee promotion, uang untuk promosi dari film-film tersebut," kata Chun."Jadi bagaimana sampai bisa menang Piala Oscar itu sebenarnya faktor dari banyak pihak? tidak hanya satu atau dua pihak saja," lanjutnya.Lanjut ke sebelah...
Indonesia sebenarnya juga sudah pernah memiliki kebijakan serupa, bahkan lebih ketat. Hal itu tertuang dalam UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman atau UU Film, yang mewajibkan bioskop untuk menayangkan 60 persen dari total jam tayang untuk film lokal dan film asing 40 persen.Kebijakan itu sempat ditentang jaringan bioskop yang menilai hal tersebut akan bisa mengganggu bisnis ekshibisi film. Hingga kemudian, aturan itu melonggar seiring dengan perfilman dicabut dari Daftar Negatif Investasi (DNI) pada 2016 dan penonton film Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan.Lihat Juga :Menilik Invasi Film Korea ke Sudut-sudut DuniaPangsa pasar film lokal di Indonesia pun sudah melebihi 50 persen. Pada 2022, pangsa pasar konten film Indonesia sudah mendominasi dan mengalahkan film asing, yakni mencapai 60 persen.Pemerintah Indonesia mengumumkan pada 2024 bahwa penonton film Indonesia mencapai 35 juta, atau 58 persen, dari penonton keseluruhan bioskop yang mencapai 60,1 juta dan menjadi capaian tertinggi sejak pertama kali dicatat pada 1926. Meski belum masif, dukungan Indonesia untuk sineas mengikuti berbagai festival film atau pasar film di dunia juga sudah dilakukan beberapa tahun terakhir, baik oleh pemerintah maupun swasta.Salah satunya seperti sejumlah proyek film yang dikirim ke pasar film Cannes Film Festival 2025 di Prancis, macam Jumbo, Ikatan Darah, Pangku, Monster Pabrik Rambut, hingga proyek biopik Rose Pandanwangi. Dikirim proyek ini ke pasar film adalah agar proyek-proyek tersebut dapat menarik minat investor ataupun perusahaan distribusi film.Lihat Juga :Hari Film Nasional'Racun' di Balik Manisnya Angka Box Office IndonesiaIndonesia juga sudah memiliki sejumlah badan yang mengurusi perfilman, bahkan lebih banyak dari Korea Selatan. Mulai dari Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang merupakan amanat UU Film; Pusat Pengembangan Perfilman yang kini digabung dengan musik dan media menjadi Direktorat Jenderal Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan; serta Direktorat Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).Namun banyaknya badan juga tidak menunjukkan perkembangan berarti. Salah satunya adalah amanat UU Film soal capaian penonton film yang tidak diumumkan oleh publik oleh Menteri hingga saat ini, dan malah diumumkan oleh produser masing-masing serta secara mandiri oleh pihak swasta.Lihat Juga :Angga Sasongko: 72 Persen Pasar Bioskop RI Dikuasai Film Lokal
Indonesia Juga Pernah, tapi...

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20251225155314-220-1310666/strategi-korea-selatan-mendunia-lewat-industri-film
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.