Alasan Aurelie Cerita Jadi Korban Grooming dalam Broken Strings
Judul: Alasan Aurelie Cerita Jadi Korban Grooming dalam Broken Strings Jakarta, Aurelie Moeremans mengungkapkan alasan dirinya berani bicara hingga menyelesaikan Broken Strings me...
Jakarta, Aurelie Moeremans mengungkapkan alasan dirinya berani bicara hingga menyelesaikan Broken Strings meski mengaku sulit untuk menuliskannya. Ia mengungkapkan pahitnya jadi korban grooming dalam Broken Strings.Buku yang telah dirilis secara digital dan gratis itu juga berisikan kekerasan seksual, fisik, serta ancaman yang dihadapi Aurelie ketika berusia 15 tahun.Lihat Juga :Aurelie Moeremans Blak-blakan soal Broken Strings: Bagian Penyembuhan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku sulit menceritakan hal itu dalam buku karena dirinya harus mengulik dan mengingat kembali situasi-situasi yang begitu menyakitkan. Sering pula situasi itu membuatnya ingin berhenti."Tapi setiap kali ingin menyerah, aku ingat alasan awal aku menulis, yaitu untuk jujur pada diri sendiri dan bertahan," tutur Aurelie Moeremans seperti diberitakan detikcom, Rabu (14/1).
Ia pun sempat mengatakan proses yang ia hadapi saat menuliskan itu semua merupakan bagian dari penyembuhan dirinya.[Gambas:Video CNN]Setelah Broken Strings selesai dan dipublikasikan, ia kembali merasa ketakutan dengan respons pembaca. Ia bahkan mengaku sempat sengaja merilisnya dalam bahasa Inggris demi untuk kurasi pembaca."Waktu itu aku berpikir supaya tidak terlalu banyak yang membaca karena trauma dari pengalaman sebelumnya, saat aku pernah mencoba berbagi dan responsnya tidak seperti yang aku harapkan. Aku merasa kalau dirilis dalam bahasa Inggris, pembacanya akan lebih terkurasi," ucapnya.Pilihan RedaksiAurelie Moeremans Terus Diganggu setelah Rilis Memoar: Ada yang MerasaAurelie Moeremans Curhat Banyak PH PDKT Mau Adaptasi Broken StringsNamun, ia menegaskan seluruh kisah tersebut adalah kebenaran. Aurelie pun ingat pada tujuan awalnya menulis Broken Strings adalah berani bersuara dan membantu mereka yang membutuhkan.Ia kini juga berpesan kepada semua orang, terutama perempuan, yang menjadi korban grooming untuk bersuara dan bangkit."Selama yang kutulis adalah kebenaran dan tujuannya baik, aku siap dengan risikonya. Fokusku tetap pada dampak positif yang bisa dihasilkan, bukan pada penolakan yang mungkin muncul," ia menegaskan."Kamu tidak sendirian dan apa pun yang pernah terjadi padamu bukan salahmu. Kamu berhak sembuh, berhak bahagia, dan berhak punya masa depan yang lebih baik," pesan semangat dari Aurelie Moeremans.Lihat Juga :Sinopsis Broken Strings, Buku Memoar Aurelie MoeremansDalam Broken Strings, Aurelie mengisahkan pengalaman diduga menjadi korban grooming pada usia 15 tahun oleh seorang pria.Pria itu disebut Aurelie berusia hampir dua kali usianya. Dalam buku itu pula, Aurelie mengaku menjadi korban manipulasi, kontrol dari pelaku tersebut dan kemudian secara perlahan menyelamatkan dirinya.Aurelie juga menggambarkan secara eksplisit berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.Dalam unggahan di media sosial pada 2020, Aurelie mengatakan bahwa pernikahan itu didasari dengan rasa terpaksa. Bahkan Aurelie mengaku kala itu dirinya kerap mendapatkan ancaman bila meninggalkan pria tersebut. (chri)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260114100942-234-1316870/aurelie-moeremans-ungkap-alasan-berani-speak-up-jadi-korban-grooming
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Daftar dan Jadwal Acara Ramadhan 2026 TRANS7
13 Feb 2026
Apakah Wuthering Heights Film Dewasa?
13 Feb 2026
Review Film: Sinners
13 Feb 2026
Perdana, Upin dan Ipin Ungkap Rupa Orang Tua dalam Tayangan Spesial
13 Feb 2026
Fajar Sadboy Buka Suara Viral Diduga Diludahi Indra Frimawan
13 Feb 2026
Sinopsis The Tourist, Bioskop Trans TV 13 Februari 2026