Britney Spears Jual Katalog Musik Lagu-lagu Hits-nya
Judul: Britney Spears Jual Katalog Musik Lagu-lagu Hits-nya Jakarta, Britney Spears dikabarkan baru saja menandatangani kesepakatan musik baru dengan menjual hak atas katalog musi...
Jakarta, Britney Spears dikabarkan baru saja menandatangani kesepakatan musik baru dengan menjual hak atas katalog musiknya yang luas. Sumber mengatakan kesepakatan itu menjadi salah satu keputusan penting dalam karier sang penyanyi
Menurut dokumen hukum baru, seperti yang diberitakan TMZ pada Selasa (10/2), Britney Spears menjual bagian kepemilikannya atas katalog musiknya kepada music publisher Primary Wave.
Lihat Juga :
Golden KPop Demon Hunters Ogah Turun dari Top 5 Billboard Hot 100
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih belum jelas mengenai detail uang yang diterima Britney untuk musik tersebut karena jumlah pastinya tidak tercantum dalam dokumen.
Namun, sumber menggambarkan perjanjian tersebut nilainya mendekati kesepakatan senilai US$200 juta yang ditandatangani Justin Bieber ketika menjual katalog musiknya ke Hipgnosis Songs Capital pada Desember 2022.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Britney, yang dikelola Cade Hudson, menandatangani perjanjian penjualan musik tersebut pada 30 Desember 2025.
Sumber juga mengungkapkan bahwa pelantun lagu Toxic itu senang dengan penjualan tersebut dan telah merayakannya dengan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.
Kesepakatan tersebut mencakup lagu-lagu hits Britney, seperti (You Drive Me) Crazy, ...Baby One More Time, Break The Ice, Circus, Don't Let Me Be the Last to Know, Everytime, Gimme More, dan Oops!... I Did It Again.
Termasuk hits lainnya, seperti Hold It Against Me, I Wanna Go, If U Seek Amy, I'm a Slave 4 U, I'm Not a Girl, Not Yet a Woman, Lucky, My Prerogative, Overprotected, Piece of Me, Sometimes, Stronger, Till The World Ends, Toxic, dan Womanizer.
Pilihan Redaksi
Beyonce Resmi Miliarder, Musisi Terkaya di Dunia Versi Forbes
Taylor Swift Masuk Songwriters Hall of Fame, Jadi Termuda Kedua
Keputusan penyanyi yang diberi label the Princess of Pop itu membuatnya bergabung dengan daftar artis yang menjual katalog musik mereka dalam beberapa tahun terakhir, Justin Bieber, Bruce Springsteen, Bob Dylan, Paul Simon, Neil Young, Shakira, KISS, Sting, Phil Collins, dan Stevie Nicks.
Stevie menjual 80 persen saham katalog penerbitannya kepada Primary Wave pada 2020. Pada saat itu, hak ciptanya dilaporkan bernilai sekitar US$100 juta.
Britney Spears belum merilis album sejak Glory (2016) dan belum tampil dalam konser sejak Oktober 2018, mengakhiri tur "Piece of Me" dengan pertunjukan terakhir di Formula One Grand Prix di Austin, Texas.
Ia sempat dijadwalkan kembali ke Las Vegas pada 2019 untuk residensi kedua, Domination, setelah kesuksesan residensi pertamanya, Britney Spears: Piece of Me,"yang berakhir pada 2017.
Namun, ia akhirnya menunda pertunjukan Domination dan berujung berhenti tampil untuk waktu yang tidak ditentukan.
Lihat Juga :
Britney Spears Umumkan Tak Akan Pernah Lagi Tampil di AS
Lebih dari sebulan yang lalu, ia mematahkan harapan penggemar mengenai tur konser dengan menulis di media sosial bahwa ia tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif.
"Saya tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif, tetapi saya berharap dapat duduk di atas bangku dengan mawar merah di rambut saya, dikepang, tampil bersama putra saya di Inggris dan Australia segera," tulis Britney Spears. (chri)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260211173434-227-1327145/britney-spears-jual-katalog-musik-lagu-lagu-hits-nya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Ma Dong-seok Apresiasi Jakarta usai Syuting Extraction: Tygo
07 Apr 2026
Produser soal Polemik Aku Harus Mati: Kami Menyesal
07 Apr 2026
Ma Dong-seok Berterima Kasih Extraction Tygo Bisa Syuting di Jakarta
07 Apr 2026
Golden KPop Demon Hunters Mampu Bersaing di Top 10 Billboard 41 Pekan
07 Apr 2026
Makin Lengket, Kim Kardashian dan Lewis Hamilton Debut di Medsos
07 Apr 2026
Azizah Salsha Maafkan Bigmo atas Kasus Pencemaran Nama Baik