Kata Pandji Usai Jalani Riual Minta Maaf kepada Leluhur Suku Toraja
Komika Pandji Pragiwaksono telah secara resmi menjalani prosesi adat permohonan maaf kepada leluhur masyarakat Toraja pada Rabu (11/2). Ritual ini dilakukan menyusul materi komedin...
Ritual penyucian yang khidmat ini diselenggarakan di Tongkonan Kaero Sangalla', Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebagai upaya memulihkan keharmonisan sosial dan spiritual yang sempat terganggu. Prosesi yang dinamakan Ma'sarrin dan Kadang Tua' ini juga melibatkan penyerahan denda adat berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam oleh Pandji.
Lebih dari sekadar penyerahan denda, prosesi ini melambangkan pembersihan diri dan rekonsiliasi. Rangkaian ritual yang dijalani Pandji meliputi penyembelihan hewan kurban sebagai simbol penyucian. Daging hewan yang dikurbankan kemudian dimasak secara tradisional tanpa bumbu, disajikan di atas daun pisang, dan disantap bersama oleh Pandji, para tokoh adat, serta warga setempat sebagai tanda kembalinya keharmonisan.
Selama ritual, para pemangku adat memberikan nasihat mendalam mengenai nilai-nilai luhur dan filosofi hidup masyarakat Toraja. Pandji tampak menyimak dengan saksama setiap penjelasan yang diberikan oleh para tokoh dari 32 wilayah adat yang hadir.
Permasalahan ini berawal dari materi stand-up comedy Pandji yang pertama kali dibawakan pada tahun 2013. Meskipun sempat dihapus, potongan video tersebut kembali viral pada tahun 2021 dan memicu reaksi keras dari masyarakat Toraja.
Sam Barumbun, perwakilan tokoh adat Toraja, menjelaskan bahwa materi tersebut tidak hanya menyinggung perasaan warga secara personal, tetapi juga dianggap menghina harga diri leluhur. "Materi tersebut melukai dan menyakiti hati kami semua. Jadi, sebagai permohonan maaf kepada leluhur kami, sanksinya adalah satu ekor babi dan lima ekor ayam," tegas Sam pada Selasa (10/2).
Meskipun harus menjalani sidang adat selama dua hari, Pandji mengaku tidak merasa terbebani. Sebaliknya, ia menganggap pengalaman pertamanya menjalani sanksi adat ini sebagai sebuah kehormatan. "Saya tidak menemukan kesulitan apa-apa, semuanya dipermudah dan lancar. Prosesnya bagi saya sangat menyenangkan dan nikmat," ujar Pandji kepada wartawan usai ritual.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini memberinya perspektif baru yang lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia. "Ini benar-benar pelajaran berharga. Saya bisa melihat keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat secara langsung. Tanpa kejadian ini, mungkin saya tidak akan pernah bertemu dengan tokoh-tokoh adat dari 32 wilayah," ungkap Pandji.
Penutupan ritual ini menandai selesainya sengketa budaya antara Pandji Pragiwaksono dan masyarakat adat Toraja.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260214144212-234-1328223/kata-pandji-usai-jalani-riual-minta-maaf-kepada-leluhur-suku-toraja
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Produser soal Polemik Aku Harus Mati: Kami Menyesal
07 Apr 2026
Ma Dong-seok Berterima Kasih Extraction Tygo Bisa Syuting di Jakarta
07 Apr 2026
Golden KPop Demon Hunters Mampu Bersaing di Top 10 Billboard 41 Pekan
07 Apr 2026
Makin Lengket, Kim Kardashian dan Lewis Hamilton Debut di Medsos
07 Apr 2026
Azizah Salsha Maafkan Bigmo atas Kasus Pencemaran Nama Baik
07 Apr 2026
Acara Kanye West di London Ditinggal Sponsor Imbas Ucapan Anti-Semit