Review Film: Project Hail Mary
Judul: Review Film: Project Hail Mary Jakarta, Project Hail Mary tidak semegah Interstellar (2014), tapi film yang juga mengisahkan perjalanan manusia ke sisi jauh luar angkasa un...
Jakarta, Project Hail Mary tidak semegah Interstellar (2014), tapi film yang juga mengisahkan perjalanan manusia ke sisi jauh luar angkasa untuk menyelamatkan umat manusia ini layak dapat perhatian yang sama.Tidak banyak film fiksi ilmiah yang mampu memberikan sajian yang komplet dari aspek alur cerita, narasi ilmiah, emosi, visual termasuk efek yang terbungkus mantap dalam satu paket. Project Hail Mary menyanggupinya.Lihat Juga :Sinopsis Project Hail Mary, Misi Guru Sains Selamatkan Bumi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naskah yang dibuat Drew Goddard kedua kalinya dari novel Andy Weir ini jauh lebih baik dibanding usaha pertamanya dalam The Martian (2015). Goddard jelas belajar banyak bagaimana membawa cerita Weir ke dalam bentuk naskah film.Hanya 15 menit lebih panjang dibanding The Martian (2015), dengan sama-sama berkutat pada perjuangan seorang diri di tengah antah-berantah, Project Hail Mary jelas memiliki lebih banyak keunggulan dibanding proyek sedekade lalu itu.
Kalau ditimbang dari bobot keilmiahan kisah fiksi ilmiah antariksa, Project Hail Mary mungkin sebatas buku pendukung materi perkuliahan. Namun biasanya justru buku pendukung punya isi yang lebih bikin betah untuk dilahap dibanding buku utama.Mengingat sebagian narasi ilmiah yang ada dalam film ini adalah fiksi, memang menjadi goncangan kecil tersendiri dalam memahami Project Hail Mary dari sudut pandang mereka yang akrab dengan sains antariksa dan biologi.Namun Andy Weir yang berlatar belakang fisikawan ini memang sudah menyusun logika ilmiah dan cerita fiksi yang kadung bagus dalam versi novelnya, menantang otak untuk waspada agar tidak jatuh dalam fantasi menyesatkan.Di sisi lain, Goddard secara perlahan tapi pasti membantu penonton untuk memahami situasi cerita Project Hail Mary secara utuh meski dengan menggunakan potongan-potongan cerita secara maju-mundur. Lengkap dengan pemahaman secara ilmiahnya.Review Film Project Hail Mary (2026): Project Hail Mary tidak semegah Interstellar (2014), tapi film yang juga mengisahkan perjalanan manusia ke sisi jauh luar angkasa untuk menyelamatkan umat manusia ini layak dapat perhatian yang sama. (Amazon Content Services LLC./Jonathan Olley)Beruntungnya, Phil Lord dan Christopher Miller selaku sutradara bisa mengemudikan naskah tersebut dengan mulus tanpa harus membuat penonton merasakan turbulensi alur cerita.Memang ada beberapa adegan yang mengusik logika dalam film ini dan lolos dari pengawasan Lord dan Miller. Namun mengingat bagaimana keduanya membungkus Project Hail Mary secara keseluruhan, rasanya itu bisa dimaafkan.Pilihan RedaksiReview Film: Na WillaReview Film: Suzzanna, Santet Dosa di Atas DosaReview Film: Danur, The Last ChapterReview Film: Pelangi di MarsReview Film: The King's WardenDuet Lord dan Miller tersebut bagaikan pilot dan kopilot yang saling bahu membahu membawa penonton ke pemahaman mendalam dengan situasi kompleks yang dialami Ryan Gosling sebagai astronot dadakan.Performa Gosling sebagai guru SMP yang kemudian dipaksa jadi astronot terbilang apik. Ini jelas bukan aksi pertamanya menjadi astronot, tapi peran sebagai ahli biologi molekuler yang tidak serius dalam film ini bisa disejajarkan dengan akting ikonisnya sebagai musisi jazz di La La Land (2016) dan Ken dalam Barbie (2023).Ditambah dengan lawan main yang konyolnya sepadan, Rocky, Project Hail Mary seperti laporan praktikum bagi Ryan Gosling yang dijalani dengan tekanan tapi masih bisa sambil tertawa dan nyemil di sela penyusunan analisis.Kemudian dengan kepemimpinan efektif dari duet Lord dan Miller, penonton bisa memproyeksikan pertemanan ganjil antara Ryland Grace yang dibawakan oleh Gosling dengan Rocky, ke hubungan seperti antar manusia yang melibatkan perasaan.Lihat Juga :5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Tonton Project Hail MaryLord dan Miller pun memainkan drama tersebut dengan baik, tentu bersenjatakan kepingan naskah Goddard terkait masa lalu dan latar kehidupan Grace, yang membuat pertunjukan Project Hail Mary bagai drama personal epik di tengah ruang hampa luar angkasa.Pujian juga patut diberikan kepada seluruh kru film ini, salah satunya untuk sinematografer Greig Fraser yang jelas memberikan gambar yang begitu cantik mengingat pengalamannya dalam saga Dune versi Denis Villeneuve.Selain itu, pujian untuk Daniel Pemberton yang menyusun scoring dengan begitu pas untuk tiap adegan Project Hail Mary. Pemberton paham betul kapan scoring yang menggugah dan bikin merinding bisa diberikan, hingga kapan sebaiknya tidak ada suara sama sekali.Topi patut diangkat setinggi-tingginya untuk tim desain produksi, kostum, hingga efek visual yang jelas bekerja dengan keras mewujudkan film ini.Yang jelas, sulit untuk menampik Project Hail Mary adalah salah satu film terbaik pada 2026, yang mampu menyenangkan penonton baik secara sinematik maupun emosi lewat perjalanan sunyi di ruang angkasa, meninggalkan dunia yang makin kaotis.[Gambas:Youtube] (end)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260410092313-220-1346374/review-film-project-hail-mary
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
10 Apr 2026
Undangan Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce Sudah Disebar
10 Apr 2026
FOTO: Bintang The Pitt, Noah Wyle Raih Hollywood Walk of Fame
10 Apr 2026
Sinopsis The Boys Season 5, Puncak Duel Homelander vs Butcher Cs
10 Apr 2026
Sinopsis Copshop, Bioskop Trans TV 10 April 2026
10 Apr 2026
Rekomendasi Film Baru Tayang di Bioskop Akhir Pekan, Project Hail Mary
10 Apr 2026
Sinopsis Perfect Crown, IU dan Byeon Woo-seok Nikah Kontrak