Hiburan 07 May 2026 7 views

Perjalanan Crocodile Tears dari Toronto hingga Tayang di Indonesia

Jakarta, Crocodile Tears akhirnya dipastikan tayang di bioskop Indonesia pekan ini. Film itu bakal rilis di dalam negeri setelah melanglang buana di festival internasional, seperti...

Perjalanan Crocodile Tears dari Toronto hingga Tayang di Indonesia
Jakarta, Crocodile Tears akhirnya dipastikan tayang di bioskop Indonesia pekan ini. Film itu bakal rilis di dalam negeri setelah melanglang buana di festival internasional, seperti premiere di Toronto International Film Festival 2024.Perjalanan karya debut sutradara Tumpal Tampubolon ini tergolong sangat panjang, yakni memakan waktu hingga delapan tahun dari ide awal hingga siap naik layar lebar.Lihat Juga :Salmokji Debut di Indonesia, Salip Catatan Opening di Korea

Produser Crocodile Tears Mandy Marahimin membeberkan bahwa naskah skenario film ini digodok sekitar enam tahun sebelum akhirnya masuk proses produksi pada 2023 lalu."Pertama kali Tumpal WhatsApp saya itu sebenarnya akhir 2017. Dia bilang mau kirim script. Pas saya baca, saya langsung jatuh cinta. Habis itu kita sepakat, yuk kami jalan bareng," kenang Mandy dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (28/4).

Proses yang memakan waktu lama tersebut terjadi karena ketelitian Tumpal dalam menyusun detail cerita. Naskah film ini bahkan sempat melalui berbagai script lab internasional dan melewati hingga 17 kali draf revisi.Melalui jaringan internasional tersebut, proyek ini pun berhasil menggaet co-producer serta pendanaan dari luar negeri, seperti Prancis, Jerman, dan Singapura. Keseriusan tim produksi tidak hanya berhenti pada naskah. Mandy menceritakan bahwa tim desain produksi sampai harus membangun rumah khusus di area Taman Buaya karena tidak menemukan lokasi yang sesuai dengan spesifikasi naskah."Sampai production designer kami, Jafar, waktu itu bilang, 'Bikin aja, Pak.' Dan kami pikir, bikin di mana? Terus kami tanya-tanya, kami minta izin sama orangnya dan boleh, asal habis itu dibongkar lagi. Ya sudah, akhirnya kami bikin rumah untuk syuting," bebernyaPilihan RedaksiViral Bintang Jinny oh Jinny Reuni, Fan Ngarep Versi Layar LebarTrailer Warkop DKI Viralin Dong, Dono Cs Jadi Konten Kreator HororSementara untuk urusan pemeran, proses casting pun menghabiskan waktu hampir dua tahun hingga akhirnya terpilih jajaran pemain utama, yakni Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani.Ketiga bintang itu, selain berakting, juga terlibat dalam menggodok dialog cerita saat reading berlangsung.Crocodile Tears menceritakan karakter Mama (Marissa Anita), sebagai ibu tunggal dari Johan (Yusuf Mahardika), yang berusaha keras melindungi Johan dari dunia yang dia pikir akan menyakitkan Johan.Berlatar di Taman Buaya, film ini mengisahkan Mama dan Johan yang tinggal bersama sebagai pemilik sekaligus pengurus Taman Buaya. Berdua, mereka menjalani kehidupan yang tenang dan monoton.Kehidupan berubah menjadi penuh intrik dan ketegangan, ketika Arumi (Zulfa Maharani) datang ke dalam hidup Johan. Saat Johan mengajak Arumi untuk tinggal bersama mereka, hubungan Johan dan Mama tidak pernah sama lagi.Crocodile Tears tayang 7 Mei di bioskop. (van/chri)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260502162226-220-1354417/perjalanan-crocodile-tears-dari-toronto-hingga-tayang-di-indonesia
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.