6 WNI Masuk Ilegal ke Singapura, Terancam Penjara dan Cambuk
Enam warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh Kepolisian Penjaga Pantai (PCG) Singapura pada Minggu (21/12) karena masuk secara ilegal ke negara tersebut. Mereka menggunakan kap...
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Doli Boniara, mengungkapkan bahwa keenam WNI tersebut telah menjalani sidang pertama pada Senin (22/12) dan terancam hukuman penjara serta cambuk.
Menurut Doli, berdasarkan informasi informal dari otoritas Singapura, keenam WNI ini diketahui sudah beberapa kali masuk secara ilegal ke Singapura, bahkan pernah dideportasi dan dikenakan Ban Order oleh pemerintah Singapura.
Dalam sidang perdana, mereka didakwa melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf (c) UU Imigrasi Singapura terkait masuk secara tidak sah. Ancaman hukumannya adalah 6 bulan penjara dan 3 kali cambuk.
Doli menambahkan, dalam pemeriksaan, keenam WNI tersebut mengaku masuk ilegal ke Singapura untuk mencari pekerjaan, memanfaatkan kedekatan geografis antara Batam dan Singapura.
Sidang kedua kasus ini rencananya akan digelar pada Senin (29/12) di State Court Singapura. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura akan memantau dan melaporkan perkembangan proses hukum. Dari enam WNI yang ditangkap, tiga di antaranya telah menggunakan hak konsuler untuk mendapatkan pendampingan dari KBRI Singapura selama persidangan.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20251227123644-106-1311057/6-wni-masuk-ilegal-ke-singapura-terancam-penjara-dan-cambuk
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Gedung Putih Disebut Pecat Staf Komisi Agama Gegara Tolak Zionisme
13 Feb 2026
Pengadilan Batalkan Putusan Inggris yang Cap Palestine Action Teroris
13 Feb 2026
Apa Itu Senjata Termal Israel yang Buat Warga Gaza Lenyap 'Menguap'?
13 Feb 2026
Trump Jamu Pasukan Elite AS yang Bekuk Maduro di Gedung Putih
13 Feb 2026
Ilhan Omar Cap Trump Pedofil: Kalau Di Somalia Sudah Dihukum Mati
13 Feb 2026
Swedia Kirim Jet dan Rangers ke Greenland Bantu NATO Redam Ambisi Trump