Trump Mobile Tunda Pengiriman Ponsel Emas Imbas Shutdown Pemerintah AS
Trump Mobile Tunda Pengiriman Ponsel Emas Imbas Shutdown Pemerintah AS Jakarta, Perusahaan telepon yang dirilis Trump Organization, Trump Mobile, menunda untuk mengirim pon
Jakarta, Perusahaan telepon yang dirilis Trump Organization, Trump Mobile, menunda untuk mengirim ponsel berwarna emas, T1, yang mulanya diprediksi dikirim akhir tahun ini.
Tim layanan pelanggan Trump Mobile mengatakan penutupan pemerintahan AS baru-baru ini mengganggu pengiriman ponsel itu.
Menlu Sugiono Beber Misi RI Jika Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Mereka juga mewanti-wanti ada "kemungkinan besar" perangkat tersebut tidak akan dikirim bulan ini, demikian dikutip Reuters, Rabu (31/12).
Trump Mobile hingga kini belum memberi komentar apapun terkait penundaan ini.
Pada Juni lalu, Trump Organization meluncurkan layanan seluler AS dan ponsel pintar seharga $499, T1, dengan merek Trump Mobile.
Usaha ini merupakan upaya terbaru anak-anak politikus Republik itu untuk memonetisasi nama Trump selagi di Gedung Putih. T1 juga usaha mereka untuk menyaingi Apple dan Samsung.
Trump Mobile awalnya menyatakan T1 akan diluncurkan pada Agustus dan "dibuat di Amerika Serikat", dengan pembayaran pra-pemesanan sebesar $100 untuk mengamankan perangkat.
Beberapa pekan kemudian, Trump Mobile mengumumkan peluncuran diundur hingga Desember 2025.
Masa Bodoh Diprotes, AS Bersikeras Jual Jet Tempur F-15 ke Israel
Sejak diumumkan, para pakar dan pelaku industri skeptis perangkat itu akan dibuat di Amerika Serikat mengingat rantai pasok yang terbatas.
Mereka menggarisbawahi bahwa membangun perangkat dengan daya tarik konsumen massal hanya menggunakan komponen AS hampir mustahil karena ketergantungan negara ini yang sangat besar ke rantai pasok Asia, demikian dikutip Financial Times.
Pasar ponsel pintar AS termasuk yang paling membosankan di dunia, karena hanya didominasi Apple dan Samsung.
Israel Larang Puluhan Kelompok Kemanusiaan di Gaza, Termasuk Dokter
Hampir semua perangkat yang dijual di negara itu diproduksi di luar negeri, terutama di China, Korea Selatan, dan semakin banyak di India dan Vietnam. (isa/bac)
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Suhu Panas Ekstrem di Mina Capai 44 Derajat Celsius
28 May 2026
Kuwait Sibuk Adang Drone Iran yang Sasar Pangkalan Udara AS
28 May 2026
Iran Serang Balik AS, Pangkalan Udara Jadi Sasaran Utama
28 May 2026
Trump ke Oman soal Selat Hormuz: Jangan Bantu Iran atau Kami Ledakan
28 May 2026
AS Kembali Serang Iran Usai Jalan Buntu Lerai Konflik di Selat Hormuz
28 May 2026
Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran soal Kesepakatan Damai