Presiden Kazakhstan Resmi Teken UU Larang Keras LGBT
Judul: Presiden Kazakhstan Resmi Teken UU Larang Keras LGBT Jakarta, Presiden Kazakhstan Kassym Jomart Tokayev meneken Undang-undang yang melarang keras konten maupun propaganda L
Jakarta, Presiden Kazakhstan Kassym Jomart Tokayev meneken Undang-undang yang melarang keras konten maupun propaganda Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di media, jaringan telekomunikasi, hingga platform daring.Undang-undang itu juga melarang keras konten-konten yang mengandung unsur pedofilia.Lihat Juga :Ditentang Netanyahu, Trump Tetap Lanjut Jual Jet Tempur F-35 ke Turki
Berdasarkan pengumuman di situs resmi Kepresidenan Kazahstan, UU tersebut termasuk pembatasan terhadap distribusi konten-konten ilegal. Meski demikian, tidak disebutkan mengenai waktu UU tersebut diberlakukan.Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut sebelumnya telah disetujui oleh kedua majelis parlemen Kazakhstan.UU yang diteken Presiden Tokayev itu serupa UU di beberapa negara seperti Rusia, Georgia, dan Hungaria.
"Anak-anak dan remaja setiap hari menerima informasi daring yang dapat mempengaruhi secara negatif pikiran mereka tentang keluarga, moralitas, dan masa depan," ujar Menteri Pendidikan Kazakhstan, Gani Beisembayev dalam mendukung RUU itu, dikutip The Straits Times.Pelanggaran terhadap UU tersebut dapat dikenakan denda sebesar 144.500 Tenge Kazakhstan atau setara US$280 dan penahanan administratif hingga 10 hari.Lihat Juga :Masa Bodoh Diprotes, AS Bersikeras Jual Jet Tempur F-15 ke IsraelSekitar satu setengah tahun yang lalu, warga Kazakhstan mengajukan petisi yang menuntut pelarangan konten-konten atau kampanye LGBT di negara tersebut. (bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20251231191129-113-1312414/presiden-kazakhstan-resmi-teken-uu-larang-keras-lgbt
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Madagaskar Porak-poranda Diterjang Badai Siklon Gezani, 36 Orang Tewas
13 Feb 2026
Dua Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Freezer, Ibu Ditangkap
13 Feb 2026
Makin Tegang, Jepang Sita Kapal Ikan China kala Beijing Boikot Tokyo
13 Feb 2026
Gedung Putih Disebut Pecat Staf Komisi Agama Gegara Tolak Zionisme
13 Feb 2026
Pengadilan Batalkan Putusan Inggris yang Cap Palestine Action Teroris
13 Feb 2026
Apa Itu Senjata Termal Israel yang Buat Warga Gaza Lenyap 'Menguap'?