Rusia Kecam Serangan AS ke Venezuela: Patut Dikutuk!
Rusia mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela yang terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat. Moskow menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat diterima untuk tin...
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, "Pagi ini, Amerika Serikat melakukan tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk!" Rusia juga menilai bahwa serangan AS, yang didorong oleh 'permusuhan ideologis', telah mengalahkan pendekatan diplomasi. "Permusuhan ideologis telah mengalahkan pragmatisme bisnis," tambah Kemlu Rusia.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan pada Sabtu (3/1) bahwa pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Menurut pernyataan Trump, Maduro beserta istrinya dilaporkan sedang diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela. Pengumuman penangkapan ini menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan "serangan skala besar terhadap Venezuela" dan operasi militer ini dilakukan "bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS." Ia menulis, "Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela."
Sebelum pengumuman Trump, militer AS telah melakukan serangan di Caracas dan beberapa bagian Venezuela lainnya, yang memicu ledakan hebat di pangkalan militer utama Fortuna di kota tersebut pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat. Saksi mata di Caracas melaporkan melihat kepulan asap hitam pekat membumbung dari fasilitas militer Fortuna, disertai suara jet tempur yang terbang rendah.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260103174204-134-1313218/rusia-kecam-serangan-as-ke-venezuela-patut-dikutuk
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Detik-detik AS Serang Iran usai Penembakan Dua Pesawat
06 Apr 2026
Diultimatum Trump, Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
06 Apr 2026
Perempuan WNI Ditemukan Tewas di Melbourne Australia
06 Apr 2026
Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran
06 Apr 2026
AS Cabut Izin Tinggal 2 Wanita Kerabat Jenderal Iran Soleimani
06 Apr 2026
Daftar Jenderal AS yang Dipecat Trump selama Perang Iran