Internasional 06 Jan 2026 5 views

Apa yang Terjadi Setelah Nicolas Maduro Dipenjara di AS?

Judul: Apa yang Terjadi Setelah Nicolas Maduro Dipenjara di AS? Jakarta, Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump menggempur Ibu Kota Venezuela, Caracas, dan menculik Pr

Apa yang Terjadi Setelah Nicolas Maduro Dipenjara di AS?
Judul: Apa yang Terjadi Setelah Nicolas Maduro Dipenjara di AS?

Jakarta, Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump menggempur Ibu Kota Venezuela, Caracas, dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores pada akhir pekan lalu.Setelah diterbangkan dari Venezuela, pasangan suami istri itu ditahan di penjara Brooklyn. Lalu pada Senin (5/1) mereka menghadapi sidang perdana. AS mengajukan empat dakwaan terhadap Maduro, yang dibantah oleh dia.Lihat Juga :Dibidik Trump, Presiden Kolombia Petro Siagakan Pasukan

"Saya tidak bersalah," kata dia dalam bahasa Spanyol. "Saya orang baik, saya masih presiden."Dakwaan yang diajukan AS di antaranya konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lain, dan konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat.Sidang akan dilanjutkan pada 17 Maret. Selama menunggu proses persidangan itu, Maduro dijebloskan di penjara AS.
Apa yang terjadi setelah pimpinan Venezuela itu ditahan?Asisten profesor hubungan internasional dari University of Manchester Inggris, Yusra Suaedi, mengatakan jika Maduro masih menjabat sebagai presiden setelah ditangkap maka dia bisa menikmati kekebalan hukum sebagai kepala negara."Apakah Maduro bisa diuji [diadili] di New York? Tidak. Jika kita masih menganggap Maduro masih presiden setelah ditangkap, dia bisa menikmati kekebalan hukum dari penuntutan pengadilan negara asing," kata Yusra dalam tulisannya di situs Simplified Approach to International Law (SAIL)..com sudah menghubungi dan mendapat izin Yusra untuk mengutip pendapat dia.Lihat Juga :Netanyahu Bantah Mau Serang Iran, Minta Tolong Putin Bilang ke TeheranYusra lalu menyinggung pasal 233 dan 234 dalam konstitusi Venezuela yang mengatur situasi presiden tak bisa menjalankan tugasnya.Dalam pasal 233, dijelaskan situasi presiden tak bisa menjalankan tugas secara permanen karena salah satu dari peristiwa berikut"Kematian; pengunduran diri; pemberhentian dari jabatan berdasarkan keputusan Mahkamah Agung; cacat fisik atau mental permanen yang dibuktikan dewan medis yang ditunjuk Mahkamah Agung dengan persetujuan Majelis Nasional; pengabaian jabatannya, yang dinyatakan secara sah oleh Majelis Nasional; dan penarikan kembali melalui pemungutan suara rakyat," demikian bunyi pasal tersebut dalam aturan hukum Venezuela, dikutip Constitute Project.Lalu di pasal berikutnya, 234, dijabarkan presiden yang untuk sementara tak bisa menjalankan tugas akan diganti Wakil Presiden Eksekutif untuk jangka waktu hingga 90 hari. Ini bisa diperpanjang dengan resolusi Majelis Nasional untuk tambahan 90 hari.Jika situasi tersebut berlanjut selama lebih dari 90 hari berturut-turut, Majelis Nasional berwenang memutuskan dengan suara mayoritas apakah ketidaktersediaan untuk bertugas tersebut harus dianggap permanen.Lihat Juga :PM Denmark Frederiksen: NATO Bubar Jika AS Kuasai Greenland!Sebelum pelantikan bahkan beberapa pihak berpendapat Maduro secara teknis bukan lagi presiden. Namun, dua pasal yang menjelaskan situasi kepala negara tak bisa memimpin, bagi Yusra "tak begitu jelas."Pasal-pasal tersebut tak menjelaskan klausul soal apa yang terjadi jika presiden ditangkap dan dibawa ke negara lain.Bersambung ke laman berikutnya...
Selama ditahan di AS, kepemimpinan Venezuela jatuh ke wakil presiden Delcy Rodriguez.Perempuan itu dilantik pada Senin di Majelis Nasional untuk menjadi plt presiden Venezuela. Namun, peneliti senior dari Atlantic Council's Democracy+Tech Initiative Iria Puyosa mengatakan Rodriguez tak bisa menjamin stabilitas yang diinginkan Trump.Trump sejak di periode pertama memimpin AS tak mengakui pemerintahan Maduro. Beberapa bulan ini, tindakan dia terhadap Venezuela juga dianggap upaya melengserkan Maduro dari kursi kekuasaan.Trump berambisi menguasai Venezuela dan mengambil cadangan minyak negara itu demi keuntungan Amerika Serikat.Lihat Juga :Trump Klaim Perusahaan Minyak Bisa Bangun Venezuela 8 Bulan"Rodríguez tak bisa menjamin stabilitas yang dibutuhkan untuk operasi bisnis yang ditekankan Trump beberapa kali selama pidatonya soal operasi tersebut," kata Puyosa.Dia juga menduga Rodriguez tak mendapat dukungan dari semua faksi dalam partai yang berkuasa.Selain itu, Puyosa memandan Rodriguez masih menjadi bagian rezim pemerintahan saat ini. Dia dikenal pembela garis keras Maduro dan orang kepercayaannya selama bertahun-tahun.Rakyat Venezuela, menurut dia, tentu tak akan menerima begitu saja. Mereka akan melanjutkan perjuangan hingga kebebasan dan demokrasi pulih seutuhnya.Skenario terburukKepala Proyek Kontraterorisme di lembaga think tank Atlantic Council, Alex Plitsas, mengatakan situasi selanjutnya bergantung pada perhitungan para tokoh berpengaruh di pemerintahan Maduro.Mereka yang dianggap penting adalah komandan militer, kepala intelijen, dan pendukung politik yang kini dihadapkan pada pilihan sulit."Menegosiasikan jalan keluar yang tertib atau menghadapi kehancuran bersama sistem yang runtuh," kata Plitsas, dikutip Atlantic Council.Lihat Juga :Selain Minyak Bumi, Ini Harta Karun Venezuela yang Diincar TrumpDalam skenario terbaik, lanjut dia, penangkapan Maduro akan memicu pembelotan elit. Para bawahan presiden Venezuela itu akan berhadapan dengan risiko hukum, sanksi, dan kehilangan dukungan.Untuk mengantisipasi itu, mereka bisa mencari jaminan untuk perjalanan aman, amnesti terbatas, atau pengasingan di negara ketiga sebagai imbalan atas pengalihan kekuasaan kepada oposisi yang terpilih secara sah."Penyerahan kekuasaan melalui negosiasi semacam itu akan mencegah kekerasan massal, menstabilkan institusi, dan membuka jalan yang sempit tetapi layak menuju pemulihan ekonomi dan reintegrasi internasional," ucap Plitsas.Skenario lain, kata Plitsas, adalah Amerika Serikat telah bekerja secara diam-diam dengan elemen-elemen pemerintah Venezuela yang akan mengambil alih kekuasaan.Namun, skenario terburuk juga mengintai Venezuela dan bisa jadi jauh lebih suram."Jika sisa-sisa rezim menolak negosiasi dan terpecah belah, Venezuela bisa terjerumus ke dalam konflik gerilya yang berkepanjangan," tutur peneliti senior itu.Kelompok bersenjata, unit militer yang terlibat dalam kriminalisasi, dan faksi terkait narkoba bisa melancarkan perang asimetris. Jika ini terjadi, Plitsas memandang sebagian wilayah Venezuela akan menjadi zona sengketa.Pada gilirannya warga sipil pun kian menderita meski rezim Maduro secara resmi runtuh.
Bagaimana dengan Pengganti Maduro?

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260106154930-134-1314156/apa-yang-terjadi-setelah-nicolas-maduro-dipenjara-di-as
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.