Swiss Bekukan Aset Maduro usai Ditangkap Trump
Judul: Swiss Bekukan Aset Maduro usai Ditangkap Trump Jakarta, Pemerintah Swiss membekukan semua aset milik Presiden Venezuela Nicolas Maduro usai Amerika Serikat (AS) menangkapny
Jakarta, Pemerintah Swiss membekukan semua aset milik Presiden Venezuela Nicolas Maduro usai Amerika Serikat (AS) menangkapnya pada Sabtu (3/1) lalu.Dalam pernyataan pada Senin (5/1), pemerintah Swiss menjelaskan keputusan itu diambil untuk memastikan aset-aset Maduro yang berpotensi ilegal tak bisa keluar dari negara itu.Lihat Juga :Eks PM Malaysia Mahathir Masuk RS, Patah Tulang Pinggul Akibat Jatuh
Pembekuan aset ini akan berlaku segera dan berlangsung selama empat tahun.Dilansir dari SWI, pembekuan aset ini juga berlaku terhadap kroni-kroni Maduro. Menurut Kementerian Luar Negeri Swiss, sebanyak 37 orang terdampak dalam keputusan ini.
Pemerintah Swiss enggan merinci siapa saja dan berapa banyak aset yang diblokir. Bern hanya menyatakan tak ada pejabat pemerintah Venezuela yang terdampak.Ini merupakan kali pertama pemerintah Swiss menjatuhkan sanksi terhadap Maduro dan kroninya. Langkah ini terjadi setelah AS menangkap Maduro dalam operasi militer berkedok narkoterorisme.Lihat Juga :Trump Beri Sinyal Incar Iran usai Tangkap Maduro: MIGA!Maduro saat ini ditahan di Amerika Serikat dan menjalani sidang dengan dakwaan narkoba dan terorisme. Maduro telah bersikeras tak bersalah. (isa/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260106185853-134-1314269/swiss-bekukan-aset-maduro-usai-ditangkap-trump
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Ultimatum Mau Habis, Trump Ancam Ratakan Iran dalam Waktu 4 Jam
07 Apr 2026
Ultimatum Trump Berakhir Hari Ini, Iran Bakal Dibombardir?
07 Apr 2026
Trump Kecele Senjata Palsu Iran sampai Ucap 'Alhamdulillah'
07 Apr 2026
Trump Klaim Militer Iran Lumpuh, Kenapa Bisa Jatuhkan Jet Tempur AS?
07 Apr 2026
FOTO: 30 Universitas Iran Hancur Dibom AS Sejak Perang Pecah
07 Apr 2026
RSP Menang Pemilu Nepal, Pengaruh China Dinilai Melemah