Internasional 07 Jan 2026 6 views

Trump 'Ngotot' Kuasai Greenland, AS Semakin Kuat Buka Opsi Militer

Amerika Serikat semakin serius mempertimbangkan operasi militer untuk menguasai Greenland, wilayah yang saat ini berada di bawah perlindungan Denmark. Rencana ini menuai reaksi ker...

Trump 'Ngotot' Kuasai Greenland, AS Semakin Kuat Buka Opsi Militer
Amerika Serikat semakin serius mempertimbangkan operasi militer untuk menguasai Greenland, wilayah yang saat ini berada di bawah perlindungan Denmark. Rencana ini menuai reaksi keras dari negara-negara Eropa dan Kanada, yang menolaknya sebagai ancaman nyata.

Pada Selasa (6/1), Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump memandang penguasaan Greenland sebagai prioritas keamanan nasional untuk "mencegah ancaman dari pihak lawan di kawasan Arktik." Pernyataan tersebut, yang dikutip oleh Al Jazeera, juga menyebutkan bahwa Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri ini, dan penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang berada dalam wewenang panglima tertinggi.

Upaya AS untuk merebut Greenland dari Denmark, yang juga merupakan sesama anggota NATO, diperkirakan akan mengguncang aliansi tersebut dan semakin memperlebar jarak antara Trump dengan para pemimpin Eropa.

Pernyataan Gedung Putih ini muncul di tengah respons dari para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, yang bergabung dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. Mereka mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa Greenland "adalah milik rakyatnya." Mereka menambahkan, "Hanya Denmark dan Greenland, dan mereka yang berwenang, untuk memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland."

Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga menyatakan dukungannya, mengumumkan bahwa Gubernur Jenderal Mary Simon dan Menteri Luar Negeri Anita Anand akan mengunjungi Greenland awal bulan depan.

Dalam pernyataan terpisah, para Menteri Luar Negeri Nordik dari Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Denmark juga menekankan hak Greenland untuk menentukan urusannya sendiri. Mereka mencatat telah meningkatkan investasi dalam keamanan Arktik dan menawarkan untuk berbuat lebih banyak lagi melalui konsultasi dengan AS dan sekutu NATO lainnya.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memperingatkan bahwa ancaman terhadap anggota NATO akan merusak kredibilitas aliansi tersebut. "Tidak ada anggota yang boleh menyerang atau mengancam anggota lain dari Organisasi Pakta Atlantik Utara. Jika tidak, NATO akan kehilangan maknanya," katanya.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut baik janji solidaritas dari para pemimpin Eropa dan memperbarui seruannya kepada AS untuk "dialog yang saling menghormati."

Sementara itu, Denmark menolak pernyataan Trump yang menyebut mereka tidak mampu melindungi Greenland. "Kami tidak sependapat dengan anggapan Greenland dipenuhi dengan investasi Tiongkok... atau ada kapal perang Tiongkok di sepanjang Greenland," kata Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen.

Pemerintah Greenland juga telah meminta pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, bersama dengan Rasmussen, untuk membahas situasi tersebut.

Meskipun ada penolakan, hal itu tidak menghentikan langkah Trump untuk menguasai Greenland. Ketertarikan Trump terhadap Greenland muncul pada tahun 2019 selama masa jabatan pertamanya, dan kembali mencuat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Didorong oleh keberhasilan operasi tersebut, Trump menegaskan bahwa "hegemoni Amerika di Belahan Barat tidak akan lagi dipersoalkan," sambil meningkatkan tekanan terhadap Kolombia dan Kuba. Ia juga menilai penguasaan Greenland krusial bagi keamanan nasional AS, dengan alasan pulau itu "dipenuhi kapal Rusia dan China" dan Denmark dinilai tidak mampu menjaganya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260107164904-134-1314584/trump-ngotot-kuasai-greenland-as-semakin-kuat-buka-opsi-militer
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.