Makin Tegang, China Tuduh Jepang Mau Produksi Senjata Nuklir
Judul: Makin Tegang, China Tuduh Jepang Mau Produksi Senjata Nuklir Jakarta, China menuding Jepang berniat memproduksi senjata nuklir yang mengancam perdamaian dan stabilitas duni...
Jakarta, China menuding Jepang berniat memproduksi senjata nuklir yang mengancam perdamaian dan stabilitas dunia.Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan pada Kamis (8/1) bahwa pemerintahan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi telah "mengungkapkan" ambisi nuklir tersebut.Lihat Juga :Surat 'Cinta' Kim Jong Un ke Putin: Saya Akan Dukung Anda Tanpa Syarat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mao menekankan ini merupakan sinyal berbahaya dari kebangkitan kembali militerisme Jepang serta merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas dunia.Ia pun mendesak Jepang untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan tiga prinsip non-nuklirnya, serta menuntut Tokyo mengklarifikasi posisinya mengenai isu senjata nuklir.NPT adalah perjanjian global yang ditujukan membatasi produksi dan kepemilikan senjata nuklir. Tiga prinsip non-nuklir Jepang sementara itu diadopsi pada era pasca-perang yang mewajibkan Negeri Sakura tidak memiliki, memproduksi, maupun mengizinkan masuknya senjata semacam itu.Pernyataan Mao Ning dilontarkan saat hubungan diplomatik China dan Jepang memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Kedua negara belakangan bersitegang setelah Takaichi pada 7 November menyatakan bakal merespons secara militer apabila China menginvasi Taiwan.China selama ini memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Oleh sebab itu, Beijing murka terhadap pernyataan Takaichi dan menegaskan bahwa ucapannya itu "provokatif".China telah menuntut Takaichi mencabut komentar tersebut. Takaichi sementara itu enggan mencabut pernyataannya.Pada 6 Januari, China akhirnya mengambil tindakan tegas dengan melarang ekspor barang-barang dwifungsi apabila otoritas menemukan bahwa barang-barang tersebut dipakai untuk mengembangkan kemampuan militer Jepang.Barang dwifungsi (dual-use) adalah barang, perangkat lunak, atau teknologi yang memiliki aplikasi sipil dan militer yang mencakup magnet tanah jarang tertentu untuk digunakan pada kendaraan listrik, turbin angin, serta peralatan terkait pertahanan seperti sistem radar.China tidak merinci barang-barang apa saja yang terdampak larangan ini. Chen Yang, seorang peneliti di lembaga kajian China, Charhar Institute, menilai ambiguitas soal cakupan pembatasan ini merupakan bagian dari tekanan China terhadap Jepang.Pilihan RedaksiAncaman Trump: Rusia dan China Enggak Takut NATO jika Tak Ada ASRI Dikritik soal AS Serang Venezuela sampai Wanti-wanti Trump ke NATOFakta AS Rampas Kapal Tanker Berbendera Rusia sampai Dibantu Inggris"Ini bisa berupa logam tanah jarang, yang paling dikhawatirkan Jepang, tetapi juga bisa melibatkan berbagai macam bahan baku, teknologi, produk kimia, dan sebagainya," kata Chen, seperti dikutip The Straits Times.Ketidakpastian ini dapat mempersulit Jepang dalam bisnis dan rencana investasinya, yang kemudian akan membebani perekonomian Negeri Sakura.Juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yadong, pada 8 Januari mengklarifikasi bahwa larangan ekspor barang-barang dual-use hanya akan memengaruhi perusahaan militer.Namun, He tidak menjelaskan apakah logam tanah jarang termasuk dalam pembatasan tersebut. Ia juga tidak berkomentar ketika ditanya tentang laporan media pemerintah dan apakah Kementerian Perdagangan sedang mempertimbangkan untuk memperketat izin ekspor logam tanah jarang ke Jepang.Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takehiro Funakoshi sementara itu telah menyampaikan protes keras kepada Duta Besar China untuk Jepang Wu Jianghao mengenai larangan tersebut.Funakoshi menuntut agar China mencabut tindakan tersebut, namun tidak dikabulkan oleh Kedutaan Besar China. (blq/rds)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260109104141-113-1315188/makin-tegang-china-tuduh-jepang-mau-produksi-senjata-nuklir
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Tolak Mentah-mentah Usulan AS, Iran Kembali Ajukan Syarat Setop Perang
07 Apr 2026
Bagaimana Trump Bisa Kecele Senjata Palsu Iran Selama Perang?
07 Apr 2026
Tenggat Negosiasi Mau Habis, Trump Ancam Ratakan Iran
07 Apr 2026
AS Bunuh Bos Intelijen IRGC, Khamenei 'Bangkit' dari Persembunyian
07 Apr 2026
Terungkap Momen Dramatis Navy Seal AS Masuk Iran Selamatkan Pilot F-15
07 Apr 2026
Detik-detik Ledakan di Taybeh Lebanon Imbas Serangan Israel