Internasional 12 Jan 2026 7 views

Trump Unggah Klaim sebagai Pelaksana Tugas Presiden Venezuela

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah sebuah foto di akun media sosialnya, Truth Social, pada Minggu (11/1), yang menampilkan dirinya sebagai "Pejabat Presiden...

Trump Unggah Klaim sebagai Pelaksana Tugas Presiden Venezuela
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah sebuah foto di akun media sosialnya, Truth Social, pada Minggu (11/1), yang menampilkan dirinya sebagai "Pejabat Presiden Venezuela". Unggahan tersebut berupa foto editan yang mencantumkan masa jabatannya sebagai Presiden AS ke-45 dan ke-47.

Namun, klaim Trump ini tidak diakui oleh Britannica maupun badan internasional mana pun.

Unggahan Trump muncul setelah AS melancarkan operasi militer di Venezuela pada 3 Januari. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.

Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan "mengelola" Venezuela selama masa transisi, dengan alasan keamanan dan stabilitas. Ia juga mengatakan AS akan mengawasi dan menjual minyak Venezuela ke pasar global selama periode tersebut.

Setelah penangkapan Maduro, wakil presidennya, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara. Rodriguez menolak klaim otoritas AS, menuntut pembebasan Maduro, dan menegaskan dirinya sebagai pemimpin sah Venezuela. Menanggapi hal itu, Trump memperingatkan bahwa Rodriguez dapat "membayar harga yang sangat mahal" jika tidak bekerja sama dengan Washington.

Rodriguez terus menjalin komunikasi dengan pemerintahan Trump selama periode ini. Tim diplomatik dan keamanan AS juga melakukan perjalanan ke Caracas untuk menilai kemungkinan melanjutkan operasi di Kedutaan Besar AS.

Namun, langkah AS ini menuai kecaman internasional. China, Rusia, Kolombia, dan Spanyol menyebut operasi militer AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara Venezuela.

Menanggapi situasi tersebut, Trump tetap menegaskan keberhasilan kebijakannya. Ia mengklaim Venezuela telah membebaskan sejumlah tahanan politik sebagai isyarat untuk "mencari perdamaian" setelah tindakan AS. Ia juga mendorong perusahaan minyak besar Amerika untuk berinvestasi hingga US$100 miliar (sekitar Rp1.570 triliun) di Venezuela guna mempercepat pemulihan dan perluasan produksi minyak.

Trump memuji kesepakatan dengan Rodriguez untuk memasok 50 juta barel minyak mentah ke AS. Menurutnya, peningkatan pasokan tersebut akan membantu menurunkan harga energi di dalam negeri. Ia turut menandatangani perintah eksekutif untuk melindungi dana hasil penjualan minyak Venezuela yang disimpan di AS.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260112163256-113-1316214/trump-unggah-klaim-sebagai-pelaksana-tugas-presiden-venezuela
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.