Pemimpin Muslim Druze Suriah Klaim Pengikutnya Bagian dari Israel
Judul: Pemimpin Muslim Druze Suriah Klaim Pengikutnya Bagian dari Israel Jakarta, Pemimpin kelompok muslim dari Arab-Druze di Suriah, Hikmat Al Hijri, mengeklaim seluruh pengikutn...
Jakarta, Pemimpin kelompok muslim dari Arab-Druze di Suriah, Hikmat Al Hijri, mengeklaim seluruh pengikutnya di negara tersebut merupakan bagian dari Israel.Pernyataan tersebut pun dinilai pemerintah Suriah sebagai bentuk hasutan oleh tokoh muslim Druze tersebut.Lihat Juga :Cerita Warga Greenland Takut Wilayahnya Dicaplok Trump
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Hijri menyampaikan pendapatnya tersebut kepada surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada Selasa (13/1)."Kami memandang diri kami sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keberadaan Negara Israel. Hubungan ini bersifat internasional dan sangat penting," kata Al Hijri, seperti dikutip Anadolu Agency."(Israel) satu-satunya penjamin dan pihak yang berwenang untuk membentuk pengaturan di masa depan," tambah dia.
Al Hijri juga menyerukan kemerdekaan penuh bagi wilayah Druze dan membentuk pemerintah otonom.Menurutnya, hal ini akan menjamin masa depan bagi kaum minoritas dan stabilitas regional di seluruh Timur Tengah.Lihat Juga :Iran Tuntut Pedemo Hukuman Gantung, Trump Ancam Akan BertindakKomunitas Druze di Suwayda memiliki tiga otoritas keagamaan yang berbeda pendapat yakni, Hikmat Al Hijri, Hammoud Yahya al-Hinnawi, dan Yusuf Jarbou'.Pengikut Al Hijri mewakili minoritas dan tidak dipandang sebagai perwakilan komunitas Druze di provinsi tersebut.Klaim Al Hijri terkait seluruh pengikutnya merupakan bagian Israel memicu kontroversi.Pengikut Al Hijri sebelumnya menggelar demonstrasi yang mengibarkan bendera Israel dan menyerukan campur tangan PM Israel Benjamin Netanyahu.Pemerintah Suriah tidak berkomentar mengenai pernyataan Al Hijri. Damaskus sebelumnya menegaskan perlindungan komunitas Druze adalah tanggung jawab negara dan mengecam intervensi Israel.Provinsi Suwayda tetap berada di bawah perjanjian gencatan senjata setelah kerusuhan antara suku Badui dan kelompok Druze pada Juli 2025, menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.Lihat Juga :Ayah Lalai, Balita 2 Tahun Meninggal karena Masuk Mesin CuciNamun, kelompok yang berafiliasi dengan al-Hijri terus melanggar gencatan senjata dan menargetkan posisi militer.Sementara pemerintah tetap mematuhi perjanjian tersebut, memfasilitasi evakuasi, dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan.Sejak penggulingan Bashar Al Assad pada akhir 2024, pemerintahan baru Suriah berupaya memulihkan keamanan, melakukan reformasi politik dan ekonomi, serta memperkuat kohesi sosial dan kerja sama internasional.Pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, Assad, melarikan diri ke Rusia pada Desember 2024, mengakhiri rezim Partai Baath yang berkuasa sejak 1963.Pemerintahan transisi baru dipimpin Presiden Ahmad al-Sharaa dan dibentuk pada Januari 2025. (rnp/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260114182311-120-1317116/pemimpin-muslim-druze-suriah-klaim-pengikutnya-bagian-dari-israel
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Konspirasi Gedung Putih dan Epstein Buat Gulingkan Paus Terbongkar
14 Feb 2026
FOTO: Israel Bebaskan 53 Jenazah dan Potongan Tubuh Warga Gaza
14 Feb 2026
Pemerintah Gaza Minta Komite Bentukan Trump Segera Mulai Bertugas
14 Feb 2026
Presiden Iran Blak-blakan Cuma Digaji Rp16,8 Juta Imbas Krisis
14 Feb 2026
Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan
14 Feb 2026
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Shutdown Buntut Chaos Operasi ICE