Situasi Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara
Judul: Situasi Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara Jakarta, Iran mengumumkan penutupan sementara wilayah udaranya untuk hampir semua penerbangan, kecuali kedatangan dan keberangkata...
Jakarta, Iran mengumumkan penutupan sementara wilayah udaranya untuk hampir semua penerbangan, kecuali kedatangan dan keberangkatan sipil internasional, di tengah situasi yang semakin memanas.Dalam pernyataan resmi otoritas penerbangan menyatakan bahwa wilayah udara Iran akan tetap ditutup hingga 15 Januari waktu setempat. Hanya penerbangan sipil internasional yang mendapat persetujuan dari Otoritas Penerbangan Sipil, yang diizinkan beroperasi.Lihat Juga :AS Umumkan Fase Dua Gencatan Senjata Gaza Segera Dimulai
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembatasan berlaku untuk penerbangan yang masuk atau keluar Iran, sementara semua lalu lintas udara lainnya ditangguhkan," demikian bunyi pemberitahuan tersebut, dilansir Anadolu Agency.Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan regional dan domestik, termasuk protes anti-pemerintah di Iran, dan meningkatnya pengawasan internasional.Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak akan ada "hukuman gantung hari ini atau besok" terhadap para pedemo.Araghchi menegaskan usai 10 hari demonstrasi damai yang diikuti oleh tiga hari kekerasan oleh campur tangan Israel, kini situasi berangsur pulih.Pilihan RedaksiDemo Membara, Iran Percepat Hukum & Adili Pengunjuk RasaSiapa Reza Pahlavi, Putra Shah Iran Sekutu Israel yang Serukan Demo?Cucu Pendiri Republik Islam: Rezim Runtuh, Tak Ada Kebebasan di Iran"Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung," kata Araghchi, dikutip AFP.Menanggapi hal itu, Trump juga memastikan bahwa eksekusi terhadap para pengunjuk rasa di Iran sedang dihentikan. Dia memperingatkan bahwa AS akan memantau perkembangan tersebut dengan cermat.Sebelumnya Trump juga berulang kali menyatakan dukungannya terhadap para demonstran dan mengatakan AS bakal mengambil "tindakan yang sangat keras" jika eksekusi berlanjut.Iran menuduh AS dan Israel mendukung kerusuhan dan terorisme yang berkaitan dengan unjuk rasa itu. Namun AS dan negara Barat lainnya membantah tudingan Iran.Hingga kini pemerintah Iran belum merilis angka resmi korban jiwa, sementara sejumlah kelompok HAM melaporkan ribuan orang tewas dan terluka sejak unjuk rasa yang dimulai pada 28 Desember lalu itu. sejauh ini belum bisa mendapat data pembanding soal jumlah korban tewas akibat demonstrasi dari media-media resmi di Iran seperti IRNA, Mehr News, hingga Fars, karena internet masih mati total sehingga lamannya tidak bisa dibuka.
(dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260115072723-120-1317224/situasi-memanas-iran-tutup-wilayah-udara
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
AS Mulai Bombardir Pulau Minyak Kharg Iran Jelang Deadline Trump
07 Apr 2026
Korsel Wanti-wanti Ancaman Kriminalitas di Bali
07 Apr 2026
DK PBB Rapat soal Selat Hormuz Jelang Batas Waktu Ultimatum Trump
07 Apr 2026
Hari Ini Ultimatum Terakhir, Trump Ancam Musnahkan Iran dalam Semalam
07 Apr 2026
Kenapa Iran Sulit Dikalahkan AS-Israel? Ini Penjelasan JK
07 Apr 2026
Penampakan Serangan Rudal Iran di Haifa Israel, 4 Orang Tewas