AS Setop Sementara Proses Visa Imigran 75 Negara, Ada Tetangga RI
Judul: AS Setop Sementara Proses Visa Imigran 75 Negara, Ada Tetangga RI Jakarta, Amerika Serikat (AS) menyetop sementara proses visa imigran dari 75 negara, termasuk Kamboja, Mya...
Jakarta, Amerika Serikat (AS) menyetop sementara proses visa imigran dari 75 negara, termasuk Kamboja, Myanmar, Laos, dan Thailand.Wakil Juru Bicara Utama Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan penangguhan ini dilakukan karena pihaknya sedang meninjau kembali prosedur pemrosesan imigrasi guna mencegah adanya warga asing yang ingin "mengeksploitasi kemurahan hati rakyat AS".Lihat Juga :Waswas Invasi Trump, 3 Negara NATO Tambah Pasukan ke Greenland
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses visa imigran dari 75 negara ini akan dihentikan selama Kementerian Luar Negeri menilai kembali prosedur pemrosesan imigrasi untuk mencegah masuknya warga negara asing yang akan mengambil tunjangan kesejahteraan dan manfaat publik," kata Pigott pada Rabu (14/1), seperti dikutip Reuters.Menurut seorang pejabat AS, daftar negara yang terdampak penangguhan antara lain Afghanistan, Albania, Aljazair, Antigua dan Barbuda, Armenia, Azerbaijan, Bahama, Bangladesh, Barbados, Belarus, Belize, Bhutan, Bosnia, Brasil, Myanmar, Kamboja, Kamerun, Tanjung Verde, Kolombia, Kongo, Kuba, Dominika, Mesir, Eritrea, Ethiopia, Fiji, Gambia, Georgia, Ghana, Grenada, Guatemala, Guinea, Haiti.Kemudian Iran, Irak, Ivory Coast, Jamaika, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Kuwait, Kirgistan, Laos, Lebanon, Liberia, Libya, Makedonia, Moldova, Mongolia, Montenegro, Maroko, Nepal, Nikaragua, Nigeria, Pakistan, Republik Kongo, Rusia, Rwanda, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah, Tanzania, Thailand, Togo, Tunisia, Uganda, Uruguay, Uzbekistan, dan Yaman.Penangguhan ini akan berlaku mulai 21 Januari.Lihat Juga :Situasi Memanas, Iran Tutup Wilayah UdaraKeputusan ini menjadi sorotan lantaran AS akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028. Kendati demikian, penangguhan dipastikan tidak berdampak pada visa kunjungan AS.Langkah ini sendiri diambil menyusul arahan pemerintah pada November lalu yang meminta otoritas memastikan para pemohon visa mandiri secara finansial dan tidak akan bergantung pada subsidi pemerintah selama berada di AS.Sejak menjabat periode kedua, Presiden Donald Trump telah melakukan operasi anti-imigran besar-besaran di Amerika Serikat. Ia mengirim agen federal ke kota-kota besar AS dan memicu konfrontasi dengan para migran maupun warga AS.Trump memang berjanji akan menyetop imigrasi ilegal di AS. Meski begitu, pemerintahannya juga mempersulit imigrasi legal, seperti misalnya dengan menarik biaya mahal bagi pelamar visa pekerja berketerampilan tinggi.Lihat Juga :Siapa Reza Pahlavi, Putra Shah Iran Sekutu Israel yang Serukan Demo?"Pemerintahan ini telah membuktikan mereka punya agenda anti-imigrasi legal yang paling buruk dalam sejarah Amerika," kata Direktur Studi Imigrasi Cato dan Ketua Kebijakan Imigrasi Yayasan Selz, David Bier, dalam sebuah pernyataan."Tindakan ini akan melarang hampir setengah imigran legal, dan menolak sekitar 315.000 imigran sah hanya dalam satu tahun ke depan," lanjutnya.Kementerian Luar Negeri AS telah mencabut lebih dari 100.000 visa sejak Trump memimpin. Mereka juga memperketat pemberian visa, dengan melakukan pengecekan media sosial dan penyaringan.
(blq/dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260115082708-134-1317242/as-setop-sementara-proses-visa-imigran-75-negara-ada-tetangga-ri
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Kemlu Pastikan Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Bukan untuk Misi Tempur
14 Feb 2026
Konspirasi Gedung Putih dan Epstein Buat Gulingkan Paus Terbongkar
14 Feb 2026
FOTO: Israel Bebaskan 53 Jenazah dan Potongan Tubuh Warga Gaza
14 Feb 2026
Pemerintah Gaza Minta Komite Bentukan Trump Segera Mulai Bertugas
14 Feb 2026
Presiden Iran Blak-blakan Cuma Digaji Rp16,8 Juta Imbas Krisis
14 Feb 2026
Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan