Internasional 15 Jan 2026 6 views

Negara-negara Eropa Desak Warganya Segera Keluar dari Iran

Sejumlah negara Eropa, termasuk Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol, mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran. Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keam...

Negara-negara Eropa Desak Warganya Segera Keluar dari Iran
Sejumlah negara Eropa, termasuk Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol, mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran. Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan akibat unjuk rasa anti-pemerintah di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan bahwa ada sekitar 600 warga Italia di Iran dan secara tegas mengulangi seruan agar mereka segera pergi. Senada dengan itu, Kementerian Luar Negeri Polandia melalui platform X menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Iran.

Jerman juga mengeluarkan peringatan serupa, mendesak warganya yang sudah berada di Iran untuk segera pergi dan tidak bepergian ke sana. Kedutaan Besar Jerman di Teheran menyebut adanya "risiko penangkapan sewenang-wenang."

Pemerintah Spanyol juga menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Iran karena situasi keamanan yang sangat tidak stabil di negara itu dan kawasan sekitarnya. Warga Spanyol yang berada di Iran disarankan untuk meninggalkan negara itu menggunakan cara yang tersedia.

Awal pekan ini, Amerika Serikat juga telah memerintahkan warganya di Iran untuk segera pergi secara mandiri melalui perbatasan yang masih dibuka, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah AS. Perbatasan darat ke Armenia (Agarak/Norduz) dan Turki (Gürbulak/Bazargan, Kapıköy/Razi, Esendere/Serow) tetap terbuka. Namun, perbatasan Turkmenistan memerlukan izin khusus, dan perjalanan ke Azerbaijan dibatasi. Warga juga diimbau untuk menghindari perjalanan ke Afghanistan, Irak, atau perbatasan Pakistan-Iran.

Pada hari yang sama, Australia juga meminta warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran. Pemerintah Australia menginformasikan bahwa opsi perjalanan komersial masih tersedia namun semakin terbatas. Mereka memperingatkan bahwa penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan dapat terjadi dalam waktu dekat, sehingga menyulitkan perjalanan di kemudian hari.

Iran telah diguncang gelombang protes sejak akhir Desember lalu, yang dimulai di Grand Bazaar Teheran. Demonstrasi ini awalnya dipicu oleh depresiasi tajam mata uang rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi, namun kini meluas hingga menuntut pengunduran diri pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebelumnya, Iran sempat menutup wilayah udaranya untuk hampir semua penerbangan, kecuali penerbangan internasional yang mendapat izin resmi, namun kini telah berangsur dibuka kembali.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260115122806-134-1317347/negara-negara-eropa-desak-warganya-segera-keluar-dari-iran
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.