Diremehkan Trump, Siapa PM Greenland Jens-Frederik Nielsen?
Judul: Diremehkan Trump, Siapa PM Greenland Jens-Frederik Nielsen? Jakarta, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menjadi perhatian setelah diremehkan Presiden Donald Tr...
Jakarta, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menjadi perhatian setelah diremehkan Presiden Donald Trump menyusul ambisinya menjadikan wilayah otonomi Denmark itu bagian dari Amerika Serikat.Trump mengaku tak kenal Nielsen ketika ditanya tanggapannya setelah sang PM Greenland menolak wilayahnya menjadi bagian dari AS.Lihat Juga :PM Singapura Pecat Pemimpin Oposisi di Parlemen, Ada Apa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu masalah mereka. Saya tidak setuju dengannya. Saya tidak tahu siapa dia. Saya tidak tahu apa pun tentang dia, tapi itu akan menjadi masalah besar baginya," ujar Trump, merespons pertanyaan mengenai penolakan Nielsen terhadap rencana AS.Sebelumnya, dalam konferensi pers di Copenhagen, Nielsen menegaskan bahwa Greenland akan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Ia menekankan rakyat Greenland ogah dipimpin AS."Greenland tidak ingin dimiliki oleh AS. Greenland tidak ingin diperintah oleh AS. Greenland tidak akan menjadi bagian dari AS," kata Nielsen.Ucapan Nielsen sendiri dilontarkan setelah Trump berulang kali menekan Greenland dengan menyatakan mau memiliki pulau terbesar di dunia itu. Bagi Trump, Greenland penting untuk keamanan nasional AS.Lihat Juga :Waswas Invasi Trump, 3 Negara NATO Tambah Pasukan ke Greenland
Profil PM GreenlandJens-Frederik Nielsen merupakan perdana menteri termuda Greenland yang memimpin pulau tersebut di usia 34 tahun. Ia menjadi PM setelah partai Demokrat sayap kanan-tengahnya meraup nyaris 30 persen suara dalam pemilihan parlemen.Partainya kemudian membentuk koalisi bersama Partai Siumut, Inuit Ataqatigiit, dan Atassut hingga mewakili sekitar 75 persen kursi parlemen. Hanya Naleraq yang dikecualikan dan tetap berada di pihak oposisi. Naleraq adalah partai yang condong ke Amerika Serikat.Saat berkampanye, Nielsen menggemakan keinginan untuk memberikan kekuasaan Greenland ke tangan putra bangsa. Ia juga mendukung Greenland merdeka dari Denmark.Meski mendukung kemerdekaan, Nielsen berpendapat proses tersebut harus bertahap dan perlu ditempuh dengan cermat supaya Greenland punya "fondasi yang baik" saat sudah betul-betul merdeka.Pilihan RedaksiTrump usai PM Greenland Tolak Dicaplok AS: Saya Tidak Tahu, Siapa Dia?Trump Ngebet Gulingkan Khamenei di Iran, tapi Ragu Dukung PahlaviNegara-negara Mulai Minta Warganya di Iran Angkat Kaki, Bagaimana RI?Pilih Denmark daripada ASDengan tekanan Trump belakangan, Nielsen mau tak mau dihadapkan pada pilihan. Jika situasi memaksanya memilih antara Denmark dan AS, ia mantap memilih Denmark."Kami memilih Greenland yang kami kenal hari ini, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark," kata Nielsen pada waktu yang sama ketika menentang keinginan Trump.Pengamat di Arctic Institute, Pavel Devyatkin, mengatakan Nielsen saat ini "sedang berjalan di atas tali dengan pragmatisme yang mengesankan.""Sebagai pemimpin yang pro-bisnis, dia menginginkan investasi Amerika, tetapi dia menolak membiarkan Greenland diperlakukan bak hadiah yang harus diperoleh," kata Devyatkin kepada Anadolu Agency.Menurut Devyatkin, Nielsen pintar memanfaatkan situasi untuk "membuka pintu perdagangan" dengan AS sambil tetap menerima bantuan diplomatik dari Denmark.Nielsen tahu Greenland rentan tanpa Denmark sehingga ia tetap menjaga hubungan baik dengan Kerajaan. Kemudian, di saat yang sama, ia juga membuka ruang negosiasi demi masuknya investasi AS. (blq/rds)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260115191204-134-1317515/diremehkan-trump-siapa-pm-greenland-jens-frederik-nielsen
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Kemlu Pastikan Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Bukan untuk Misi Tempur
14 Feb 2026
Konspirasi Gedung Putih dan Epstein Buat Gulingkan Paus Terbongkar
14 Feb 2026
FOTO: Israel Bebaskan 53 Jenazah dan Potongan Tubuh Warga Gaza
14 Feb 2026
Pemerintah Gaza Minta Komite Bentukan Trump Segera Mulai Bertugas
14 Feb 2026
Presiden Iran Blak-blakan Cuma Digaji Rp16,8 Juta Imbas Krisis
14 Feb 2026
Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan