AS Bakal Selidiki Gubernur Minnesota dan Wali Kota Minneapolis
Jakarta, Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat (AS) membuka penyelidikan terhadap Gubernur Minnesota Tim...
Jakarta, Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat (AS) membuka penyelidikan terhadap Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey atas tuduhan menghalangi penegakan hukum federal.Melansir CNN, seorang sumber mengatakan, DOJ telah mengeluarkan surat panggilan untuk keduanya sebagai bagian dari penyelidikan. Namun, belum jelas kapan Frey dan Walz akan menerima surat panggilan tersebut.DOJ sendiri menolak berkomentar saat ditanya soal hal tersebut.
Trump Ancam Kerahkan Militer untuk Redam Protes Anti-ICE di MinnesotaPresiden AS Donald Trump dan pemerintahannya mengkritik tanggapan tanggapan Walz dan Frey atas kerusuhan yang terjadi di Minneapolis.Kabar mengenai penyelidikan terhadap Walz dan Frey ini memperlihatkan adanya peningkatan retorika, yang menimbulkan potensi pidana bagi kedua pemimpin Demokrat tersebut.Sebelum ini, Walz dan Frey secara terbuka mengecam pengerahan pasukan federal di Minneapolis. Frey secara khusus menyampaikan pesan publik kepada agen federal untuk 'segera meninggalkan Minneapolis'.Saksi Ungkap Agen ICE Halangi Dokter Selamatkan Renee yang DitembakMark Ruffalo Murka Trump Bela Agen ICE Tembak Warga: Manusia Rendahan!Terlibat Adu Jotos, Petugas ICE Tembak WN Venezuela di Minneapolis ASWalz tidak mengkonfirmasi penyelidikan tersebut. Namun, ia menuduh pemerintah federal 'mempersenjatai sistem peradilan dan mengancam lawan politik'.Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyalahkan Walz dan Frey atas kerusuhan yang terjadi di Minneapolis. Ia berjanji akan mengambil tindakan terhadap keduanya."Pemberontakan di Minnesota adalah akibat langsung dari gubernur [Walz] yang gagal dan wali kota [Frey] yang buruk, yang mendorong kekerasan terhadap penegak hukum," ujar Blanche, dalam sebuah unggahan di X."Ini menjijikkan. Walz dan Frey, saya fokus untuk menghentikan terorisme Anda dengan cara apa pun yang diperlukan. Ini bukan ancaman. Ini adalah janji," tambah dia.Ketegangan antara warga sipil dan aparat federal di Minnesota terjadi usai seorang agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) menembak mati seorang warga AS, Renee Good, di dalam mobil sepekan lalu. Sejak itu, demonstrasi terus meluas ke berbagai kota lainnya.
Trump sendiri telah mengancam akan memberlakukan Insurrection Act atau Undang-Undang Pemberontakan dan mengerahkan pasukan militer ke Minnesota buntut demonstrasi yang meluas."Jika politisi korup di Minnesota tidak mematuhi hukum dan menghentikan para agitator profesional serta pemberontak yang menyerang para patriot di I.C.E, saya akan memberlakukan INSURRECTION ACT," tulis Trump di akun media sosialnya.Saat ini, sekitar 3 ribu petugas federal telah dikerahkan ke Minneapolis. Mereka berpatroli dengan senjata lengkap, mengenakan seragam kamuflase gaya militer, dan masker yang menutupi wajah. (asr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260117074630-134-1317842/as-bakal-selidiki-gubernur-minnesota-dan-wali-kota-minneapolis
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Prabowo Tegaskan RI Konsisten Jaga Perdamaian di Hadapan Macron
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI
28 May 2026
Internet di Iran Mulai Pulih Sebagian Usai 88 Hari Padam
28 May 2026
Perjalanan Jemaah RI Menuju Tanah Suci Bersama BSI