Kim Jong Un Ngamuk, Pecat Wakil PM Korut saat Pidato di Depan Pejabat
Jakarta, Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memecat wakilnya, Wakil Perdana Menteri Yang Sung...
Jakarta, Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memecat wakilnya, Wakil Perdana Menteri Yang Sung Ho dan melontarkan kritik keras terhadap para pejabat yang disebutnya "tidak kompeten" pada Selasa (20/1).Menurut laporkan Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Wakil PM Yang Sung Ho dipecat "di tempat" saat Kim Jong Un membacakan pidatonya yang mengecam para pejabat pimpinan yang "tidak bertanggung jawab, tidak sopan, dan tidak kompeten."Trump Mulai Kirim Pesawat Militer AS NORAD ke Greenland, Siaga Invasi?
"Tolong, Kamerad Wakil Perdana Menteri, mengundurkan diri atas kemauan sendiri selagi masih bisa, sebelum semuanya terlambat," kata Kim Jong Un dalam pidatonya.Kim Jong Un menyebut Yang "tidak layak untuk dipercayai menjalankan tugas-tugas berat.""Singkatnya, ini seperti memasang gerobak pada seekor kambing, sebuah kesalahan yang terjadi dalam proses penunjukan kader kami," jelas Kim Jong Un."Pada akhirnya, yang menarik gerobak adalah sapi, bukan kambing," paparnya menambahkan.Dikutip AFP, Kim Jong Un dikenal kerap menegur pejabat yang dianggap malas atau salah kelola kebijakan ekonomi. Namun, pemecatan yang dilakukan secara terbuka seperti ini sangat jarang terjadi.Saat meninjau peresmian kompleks mesin industri pada Senin, Kim Jong Un mengecam para kader yang "terlalu lama terbiasa dengan sikap menyerah, tidak bertanggung jawab, dan pasif".Ngotot Rebut Greenland, Trump Isyarat Tak Perlu Pikir Perdamaian LagiKim Jong Un juga mendesak percepatan perubahan untuk mengatasi "keterbelakangan ekonomi yang telah berlangsung selama berabad-abad" dan membangun ekonomi modern serta maju yang mampu "menjamin masa depan negara kita secara kokoh".Foto-foto yang dirilis Pyongyang memperlihatkan Kim Jong Un dengan ekspresi tegas saat menyampaikan pidato di lokasi acara di Provinsi Hamgyong, di wilayah timur laut Korea Utara itu, dengan para pekerja mengenakan seragam hijau dan topi abu-abu seragam.Menurut pengamat Korut dari University of North Korean Studies, Yang Moo Jin, kompleks industri baru tersebut merupakan bagian dari sabuk manufaktur mesin besar yang menghubungkan wilayah timur laut hingga Wonsan di selatan. Kompleks ini "menyumbang sekitar 16 persen dari total produksi mesin Korea Utara."Sementara itu, pemecatan terbuka Yang oleh Kim Jong Un mencerminkan kasus-kasus sebelumnya, seperti pemecatan pamannya sendiri, Jang Song Thaek, yang juga dieksekusi pada 2013 lalu.Alasan Trump Minta Negara Anggota Tetap Dewan Perdamaian Bayar Rp17 TApa Itu Dewan Perdamaian yang Dibentuk Trump?Prancis Tolak Undangan Trump, Ogah Gabung Dewan Perdamaian Jalur GazaKim Jong Un mengeksekusi pamannya sendiri setelah Jang dituduh merencanakan penggulingan kekuasaan."(Kim Jong Un) menggunakan akuntabilitas publik sebagai taktik kejut untuk memperingatkan para pejabat partai," kata Yang Moo Jin kepada AFP.Pyongyang tengah bersiap menggelar kongres pertama partai berkuasa dalam lima tahun, yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.Kebijakan ekonomi, serta perencanaan pertahanan dan militer, diperkirakan menjadi agenda utama.Bulan lalu, Kim Jong Un berjanji akan memberantas "kejahatan" dalam sebuah pertemuan besar jajaran elite Pyongyang.Media pemerintah tidak merinci hal tersebut, namun menyebut partai berkuasa telah mengungkap sejumlah "penyimpangan" disiplin baru-baru ini, sebuah eufemisme untuk korupsi. (rds/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260120111231-113-1318807/kim-jong-un-ngamuk-pecat-wakil-pm-korut-saat-pidato-di-depan-pejabat
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Prabowo Ungkap Poin Penting Ini Bakal Dibahas dengan Macron di Paris
28 May 2026
Prabowo Tegaskan RI Konsisten Jaga Perdamaian di Hadapan Macron
28 May 2026
Bertemu Macron, Prabowo Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
28 May 2026
Tiga Kali Berkunjung, Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis Masuk Sekolah RI
28 May 2026
PBB Dukung Peringatan Paus Leo soal Risiko AI
28 May 2026
Internet di Iran Mulai Pulih Sebagian Usai 88 Hari Padam