Lebih dari 800 Kasus Pelecehan Dilaporkan di Pakistan dalam Setahun
Judul: Lebih dari 800 Kasus Pelecehan Dilaporkan di Pakistan dalam Setahun Jakarta, Kasus pelecehan seksual masih marak terjadi di institusi pendidikan di Provinsi Khyber-Pakhtunk...
Jakarta, Kasus pelecehan seksual masih marak terjadi di institusi pendidikan di Provinsi Khyber-Pakhtunkhwa (K-P), Pakistan, meski sudah ada undang-undang khusus yang bertujuan mencegah hal tersebut.Sejumlah korban menilai komite internal penanganan pelecehan di kampus justru gagal memberikan keadilan dan perlindungan bagi pelapor.Banyak korban mengaku justru menghadapi tekanan, intimidasi, hingga sikap diam dari institusi alih-alih dukungan. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa menarik laporan mereka atau memilih bungkam demi menjaga masa depan akademik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang mahasiswi secara anonim mengungkapkan bahwa dirinya dilecehkan oleh dosen dan telah mengikuti prosedur pelaporan resmi. Namun, ia justru ditekan oleh pihak jurusan dan anggota komite pelecehan hingga akhirnya terpaksa mencabut laporannya.Lihat Juga :Beda Sikap China-Rusia soal Trump Mau Caplok GreenlandKhyber-Pakhtunkhwa mengadopsi Protection Against Harassment of Women at the Workplace Act 2010 yang mewajibkan setiap institusi membentuk komite pelecehan untuk memeriksa laporan secara objektif. Namun, berbagai kasus menunjukkan lemahnya implementasi di lapangan.Para korban menilai komite sering berpihak kepada dosen atau staf berpengaruh, sehingga pelapor merasa terisolasi. Dalam beberapa kasus ekstrem, laporan pelecehan bahkan disebut berujung pada gangguan psikologis berat hingga bunuh diri.Kasus pelecehan di PakistanProfesor Universitas Peshawar, Dr Aneesa Qamar, yang pernah menjadi anggota komite pelecehan, menyatakan komite seharusnya tidak diisi oleh staf internal kampus.Ia mengusulkan agar komite sepenuhnya terdiri dari perempuan serta melibatkan pengacara dan ahli hukum independen. Qamar juga mengaku pernah mendapat intimidasi dari kolega saat membela korban.Pilihan RedaksiIsrael Tolak Turki-Qatar Kirim Militer ke Pasukan Internasional GazaTrump Diam-diam Kirim 12 Jet Tempur F-15 Dekat IranTrump: PBB Tidak BergunaData Federal Ombudsperson for Women mencatat, sepanjang Juli 2023 hingga Juni 2024 terdapat 823 kasus pelecehan di seluruh Pakistan, dengan 593 korban perempuan dan 230 laki-laki.Dari jumlah tersebut, 28 kasus berasal dari Khyber-Pakhtunkhwa, sementara Punjab dan Islamabad masing-masing mencatat 219 kasus, Sindh 69 kasus, dan Balochistan tujuh kasus. Sementara itu, Kantor Ombudsperson Khyber-Pakhtunkhwa melaporkan 169 pengaduan pelecehan sepanjang 2024.Pengacara Pengadilan Tinggi Peshawar, Saif Mohib Kakakhel, menilai perlu adanya revisi terhadap undang-undang pelecehan. Ia menyoroti lemahnya independensi komite dan minimnya perlindungan bagi anggotanya. Menurutnya, individu independen perlu ditunjuk menggantikan pimpinan institusi atau staf pengajar.Namun, mantan Ombudsperson K-P Rakhshanda Naz menilai kerangka hukum saat ini sudah memadai, meski mengakui implementasi masih perlu diperkuat.Ombudsperson K-P saat ini, Rubab Mehdi, menegaskan kebijakan tanpa toleransi terhadap pelecehan dan mendorong mahasiswa untuk melapor melalui komite kampus atau langsung ke kantor ombudsperson. (dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260121203249-113-1319523/lebih-dari-800-kasus-pelecehan-dilaporkan-di-pakistan-dalam-setahun
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Detik-detik AS Serang Kapal di Laut Karibia, 3 Orang Tewas
14 Feb 2026
AS Serang Kapal di Karibia Atas Tuduhan Jual Narkoba Lagi, 3 Tewas
14 Feb 2026
Bos Pelabuhan Dubai Mundur Usai Muncul di Dokumen Epstein
14 Feb 2026
Trump Kirim Kapal Induk Terbesar di Dunia ke Iran
14 Feb 2026
Bukti Israel Pakai Senjata Pemusnah Buat Warga Gaza Lenyap Menguap
14 Feb 2026
Bakal Dijadikan Penerus, Bisakah Putri Kim Jong Un Pimpin Korut?