Internasional 22 Jan 2026 5 views

Bagaimana Perlakuan Denmark ke Penduduk Asli Greenland?

Greenland, wilayah yang kini menjadi sorotan dunia, menyimpan kisah kelam perlakuan tidak manusiawi yang dialami suku asli Inuit di bawah kekuasaan Denmark. Laporan pemantau indepe...

Bagaimana Perlakuan Denmark ke Penduduk Asli Greenland?
Greenland, wilayah yang kini menjadi sorotan dunia, menyimpan kisah kelam perlakuan tidak manusiawi yang dialami suku asli Inuit di bawah kekuasaan Denmark. Laporan pemantau independen pelapor khusus PBB untuk hak-hak masyarakat adat, Jose Francisco Cali Tzay, pada tahun 2023, mengungkap beberapa fakta mengejutkan.

**Sterilisasi Paksa terhadap Perempuan Inuit**

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah program keluarga berencana agresif yang dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan Denmark. Program ini melibatkan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) pada perempuan dan gadis Inuit tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. Beberapa korban bahkan masih berusia 12 tahun. Antara tahun 1966 dan 1970, sekitar 4.500 IUD dipasang dengan tujuan mengendalikan pertumbuhan populasi Inuit dan membatasi beban finansial sosial di Greenland.

**Program "Little Danes" dan Trauma Identitas**

Pada tahun 1951, Denmark meluncurkan program bernama "Little Danes" yang membawa 22 anak Inuit dari keluarga mereka di Greenland ke Denmark. Tujuannya adalah agar anak-anak ini menjadi "orang Denmark kecil" yang kemudian dapat kembali ke Greenland untuk memimpin modernisasi dengan budaya Denmark, meninggalkan identitas Inuit mereka. Namun, program ini justru menyebabkan trauma dan kehilangan identitas diri pada anak-anak tersebut.

**Tantangan Sosial: Kekerasan, Kemiskinan, dan Bunuh Diri**

Greenland juga menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkaitan dengan kemiskinan, kurangnya perumahan yang layak, pendidikan berkualitas, dan dukungan kesehatan mental yang minim. Diperkirakan sekitar 20 persen anak-anak di Greenland telah terpapar kekerasan dan pelecehan seksual, dan wilayah ini memiliki salah satu tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.

**Permintaan Maaf Denmark**

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, secara resmi meminta maaf atas perlakuan tersebut pada September 2025. Dalam pidatonya di Nuuk, ibu kota Greenland, Frederiksen mengakui bahwa banyak perempuan mengalami trauma, komplikasi fisik, dan beberapa tidak dapat memiliki anak akibat program sterilisasi paksa.

Meskipun permintaan maaf ini disambut baik oleh beberapa korban, tidak ada kompensasi yang diberikan. Elisa Christensen, salah satu korban, menyatakan bahwa permintaan maaf Frederiksen sangat baik, namun ia merasa sedih karena tidak ada kompensasi.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260122173342-120-1319880/bagaimana-perlakuan-denmark-ke-penduduk-asli-greenland
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.