Indonesia Pernah Keluar dari PBB, Apa Sebabnya?
Indonesia Pernah Keluar dari PBB, Apa Sebabnya? Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membentuk Dewan Perdamaian di Gaza dan mengundang sejumlah negara untuk bergabun...
Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membentuk Dewan Perdamaian di Gaza dan mengundang sejumlah negara untuk bergabung, dicurigai sebagai langkah tandingan terhadap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Apalagi, Trump sangat getol mengkritik PBB sebagai lembaga yang tidak berguna.
Indonesia pernah melakukan langkah serupa pada masa Orde Lama. Setelah bergabung sejak 28 September 1950 sebagai anggota ke-60, Indonesia memutuskan langkah berani untuk keluar dari lembaga bangsa-bangsa itu pada 3 Desember 1964.
Alasannya sangat ideologis. Terpilihnya Malaysia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB membuat Sukarno kecewa. Indonesia menganggap pencalonan Malaysia sebagai anggota tidak tetap DK PBB adalah prakarsa Inggris yang berbau kolonialisme. Konflik antara Indonesia dan Malaysia sendiri dimulai sejak Inggris memprakarsai pembentukan Federasi Malaysia.
Presiden Sukarno yang anti-Barat, menganggap Malaysia sebagai ancaman bagi revolusi Indonesia dan merupakan langkah kolonialisme serta imperialisme Inggris. Sehingga, diterimanya Malaysia sebagai anggota tidak tetap DK PBB sama halnya dengan memberikan pengakuan terhadap Federasi Malaysia yang Indonesia anggap sebagai boneka Inggris dan akan membahayakan Indonesia.
Padahal, Inggris yang merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB tentu saja memiliki pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan PBB. PBB yang berpihak kepada negara-negara Barat seperti Inggris, merespons pencalonan Malaysia sebagai anggota tidak tetap DK PBB dengan positif. PBB mengambil keputusan yang condong dan memihak Malaysia yang merupakan negara sekutu Inggris.
Setelah keluar dari PBB, Sukarno kemudian menggulirkan ide pembentukan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO). Organisasi ini dirancang sebagai wadah negara-negara baru di Asia dan Afrika yang disebut New Emerging Forces (NEFO). NEFO diposisikan sebagai antitesis dari Old Established Forces (OLDEFO), yakni kekuatan lama Barat yang dianggap mendominasi tatanan dunia.
Pada akhirnya, CONEFO terwujud pada 7 Januari 1965. Bagi Sukarno, PBB tidak lebih dari melayani kepentingan negara-negara Barat, sekaligus mendukung neokolonialisme di Asia Tenggara. Sukarno kemudian menjadikan CONEFO sebagai penyeimbang PBB sekaligus alternatif atas dominasi AS (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur). Tercatat, negara anggota awalnya adalah China, Korea Utara, dan Vietnam Utara.
Keputusan berani Sukarno ini membuat dunia heboh. Sebab, baru kali ini ada negara anggota yang memutuskan hengkang dari PBB.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260123203321-106-1320401/indonesia-pernah-keluar-dari-pbb-apa-sebabnya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Trump Kirim Kapal Induk Terbesar di Dunia ke Iran
14 Feb 2026
Bukti Israel Pakai Senjata Pemusnah Buat Warga Gaza Lenyap Menguap
14 Feb 2026
Bakal Dijadikan Penerus, Bisakah Putri Kim Jong Un Pimpin Korut?
14 Feb 2026
FOTO: Sosok Mantan Pacar Epstein yang Minta Ampunan Trump
13 Feb 2026
Madagaskar Porak-poranda Diterjang Badai Siklon Gezani, 36 Orang Tewas
13 Feb 2026
Dua Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Freezer, Ibu Ditangkap