Internasional 02 Feb 2026 6 views

Balas Dendam, Iran Cap Militer Negara Uni Eropa Kelompok Teroris

Iran mendeklarasikan angkatan bersenjata negara-negara Eropa sebagai "kelompok teroris". Langkah ini merupakan balasan atas keputusan Uni Eropa yang menetapkan Korps Garda Revolusi...

Balas Dendam, Iran Cap Militer Negara Uni Eropa Kelompok Teroris
Iran mendeklarasikan angkatan bersenjata negara-negara Eropa sebagai "kelompok teroris". Langkah ini merupakan balasan atas keputusan Uni Eropa yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai organisasi teroris.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan "Pasal 7 Undang-Undang tentang Tindakan Balasan atas Penetapan IRGC sebagai Organisasi Teroris". Ghalibaf menambahkan bahwa "Orang-orang Eropa pada dasarnya telah menembak kaki mereka sendiri dan, sekali lagi, melalui kepatuhan buta kepada Amerika Serikat, mengambil keputusan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat mereka sendiri," pada Minggu (1/2).

Sebelumnya, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Kamis mengumumkan penetapan IRGC oleh blok tersebut, dengan alasan bahwa penindasan tidak bisa "dibiarkan tanpa jawaban". Penetapan ini menyusul demonstrasi berdarah di Iran sejak akhir Desember lalu yang telah menewaskan lebih dari 3.100 orang menurut laporan. Bahkan, Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan total korban jiwa mencapai 6.713, jauh lebih banyak dari angka pemerintah.

Kallas menyatakan di media sosial, "Setiap rezim yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri sedang bekerja menuju kehancurannya sendiri."

IRGC adalah salah satu cabang militer Iran yang dibentuk setelah Revolusi Iran 1979. Beroperasi bersama angkatan bersenjata reguler, IRGC bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan memiliki peran sentral dalam pertahanan Iran, operasi luar negeri, serta pengaruh regional.

Langkah balasan Iran ini juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Donald Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan militer ke Teheran dan memperkuat kehadiran angkatan laut AS di Timur Tengah. Namun, Trump pada Sabtu mengatakan Iran "sedang berbicara secara serius" dengan AS, beberapa jam setelah pejabat keamanan nasional tertinggi Iran menyatakan bahwa pengaturan untuk perundingan sedang berlangsung.

Pejabat Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons "menyeluruh". Teheran juga merencanakan latihan militer tembak langsung pada Minggu dan Senin di Selat Hormuz yang strategis, jalur penting bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu mengatakan bahwa jika Amerika menyerang Iran, konflik tersebut akan meluas menjadi konflik regional. "[Trump] terus mengatakan bahwa ia mengerahkan kapal-kapal [...] Bangsa Iran tidak akan takut oleh hal-hal semacam ini, rakyat Iran tidak akan terprovokasi oleh ancaman tersebut," kata Khamenei. Ia menambahkan, "Kami bukan pihak yang memulai dan tidak ingin menyerang negara mana pun, tetapi bangsa Iran akan memberikan pukulan keras kepada siapa pun yang menyerang dan mengganggu mereka."

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260202115143-120-1323615/balas-dendam-iran-cap-militer-negara-uni-eropa-kelompok-teroris
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.