Internasional 03 Feb 2026 8 views

Indonesia Masuk di 902 Dokumen Baru Jeffrey Epstein, Apa Isinya?

Indonesia termasuk dalam 902 dokumen baru terkait kasus predator seksual Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat minggu lalu. Dokumen-dokumen ini, y...

Indonesia Masuk di 902 Dokumen Baru Jeffrey Epstein, Apa Isinya?
Indonesia termasuk dalam 902 dokumen baru terkait kasus predator seksual Jeffrey Epstein yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat minggu lalu. Dokumen-dokumen ini, yang dapat diakses publik di situs Kementerian Kehakiman AS, sebagian besar berisi tentang pengiriman barang, faktur, dan lampiran lain ke Amerika Serikat.

Beberapa file juga menyebut Indonesia dalam konteks artikel berita yang digunakan sebagai bahan *briefing*. Contohnya adalah laporan JP Morgan tahun 2014 yang membahas alokasi aset global dan situasi ekonomi yang memengaruhi AS. Laporan tersebut menyoroti pemilihan presiden di Indonesia, di mana Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan Widodo sebagai pemenang. Meskipun Prabowo Subianto kemungkinan akan menggugat hasil tersebut, para ahli strategi JP Morgan menolak kemungkinan intervensi konstitusional. Mereka tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang diharapkan akan mendorong pasar saham Indonesia setelah pemerintahan terbentuk.

Selain itu, ada laporan yang menyertakan situasi atau kejadian di Indonesia, seperti berita dari Channel NewsAsia pada 22 Januari 2021 berjudul "Terror cells in Indonesia continue to recruit and plot attacks amid COVID-19". Nama Indonesia juga muncul dalam laporan *daily briefing* dan buletin "The Shimon Post" yang membahas gejolak politik di berbagai negara, termasuk perbandingan dengan Indonesia pada krisis tahun 1998 dan peran militer dalam melindungi Soeharto.

Nama Hary Tanoesoedibjo juga tercantum dalam laporan FBI yang bersifat tidak rahasia dari Oktober 2020. Laporan "Federal Bureau of Investigation CHS Reporting" ini mencatat informasi dari sumber informasi rahasia (CHS) yang dimintai keterangan terkait dugaan pengaruh domestik atau asing terhadap proses pemilu AS pada 2019. Dokumen ini juga menyebutkan profesor Harvard dan dugaan keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait Donald Trump, kemungkinan karena hubungan politikus Republik tersebut dengan Epstein.

Laporan FBI menyatakan bahwa Hary Tanoesoedibjo, seorang miliarder, terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan memperkenalkan seseorang ke CIA Indonesia. Hary juga membeli rumah Trump di Beverly Hills dengan harga tinggi. CHS menganggap cerita kolusi ini nyata dan menilai Israel serta Charles Kushner bekerja sama dengan Trump sebagai otak di balik organisasi dan kepresidenannya.

Dalam dokumen yang menyebut Indonesia, terdapat pula korespondensi antara manajer hotel di Bali dengan individu-individu yang terafiliasi dengan Epstein.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260203130339-134-1324033/indonesia-masuk-di-902-dokumen-baru-jeffrey-epstein-apa-isinya
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.