Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi
Judul: Pakta New START Hangus, AS-Rusia Bisa Bebas Bikin Senjata Nuklir Lagi Jakarta, Perjanjian pengendalian perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, New START...
Jakarta, Perjanjian pengendalian perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty), akan habis masa berlaku pada hari ini, Kamis (5/2).Perjanjian itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir dan rudal yang bisa dikerahkan masing-masing pihak hingga 1.550 unit, dan hanya mengizinkan maksimal 700 rudal darat atau laut yang mampu membawa senjata tersebut.Lihat Juga :Siapa Pelaku Pembunuhan Saif Al Islam Putra Muammar Khadafi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
New START ditandatangani Presiden AS saat itu Barack Obama dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev pada 2010.Namun, hingga saat ini, Presiden AS Donald Trump tampak tidak berniat memperpanjang perjanjian yang dapat menghindari perlombaan senjata nuklir AS-Rusia itu. Ia bahkan sempat mengatakan akan membiarkan tenggat waktu perjanjian tersebut berlalu."Jika berakhir, ya berakhir saja," kata dia pada Januari, dikutip ABC News.Namun, Trump juga disebut-sebut ingin menengahi kesepakatan baru yang mencakup China.Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan perjanjian itu harus melibatkan China."Untuk mewujudkan pengendalian senjata yang sesungguhnya di abad ke-21, mustahil untuk melakukan sesuatu yang tidak melibatkan China karena persediaan senjata mereka yang sangat besar dan terus bertambah dengan cepat," kata Rubio pada Rabu (4/2) saat konferensi pers, dikutip USA Today.Lihat Juga :Bill Gates Minta Maaf, Sesali Pernah Habiskan Waktu Bareng Epstein[Gambas:Video CNN]Komunitas internasional termasuk Paus Leo XIV bahkan mendesak agar kesepakatan pengendalian nuklir itu tak berakhir.Pada September lalu, Rusia sempat menyatakan akan mematuhi perjanjian tersebut jika AS melakukan hal yang sama. Namun, hingga pertengahan Januari tak ada tanggapan apapun lagi soal kesepakatan itu.Para ahli mewanti-wanti jika tak ada perpanjangan atau perjanjian baru berpotensi memunculkan perlombaan senjata yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin.Akademisi Australia, Tilman Ruff, mengatakan jika kesepakatan berakhir bisa memicu "perlombaan senjata lebih cepat."Direktur eksekutif Arms Control Association, Daryl Kimball, juga mengatakan jika tidak ada kesepakatan baru yang tercapai, ini bisa membuka pintu penumpukan senjata nuklir tanpa batas."Ada kemungkinan bahwa AS dan Rusia, untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, mulai meningkatkan jumlah hulu ledak yang dimuat pada rudal jarak jauh atau pesawat pembom," kata Kymball.Pilihan RedaksiUpaya Pemakzulan Presiden Filipina sampai Putra Khadafi Tewas DibunuhDaftar 'Kejahatan' Bongbong sampai Sempat Mau Dimakzulkan DPR FilipinaSeskab Teddy Sebut Iuran Board of Peace Tidak Wajib, RI Belum BayarLebih lanjut, Kimball mengatakan kondisi saat ini berbeda dengan era Perang Dingin, saat Amerika Serikat dan Rusia terlibat perlombaan senjata untuk meningkatkan persenjataan nuklir.Sekarang, lanjut dia, situasinya kian rumit dengan kehadiran pemain ketiga dalam permainan nuklir yakni China."[Berakhirnya perjanjian New START] bisa menandai awal dari perlombaan senjata tiga arah yang baru dan berbahaya tanpa batasan," kata Kimball. (isa/rds)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260205120114-134-1324867/pakta-new-start-hangus-as-rusia-bisa-bebas-bikin-senjata-nuklir-lagi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Perancah Bangunan Runtuh di Jepang, 3 Pekerja Kritis dan 1 Hilang
08 Apr 2026
UEA Bantah Luncurkan Drone Wing Loong II Buatan China ke Iran
08 Apr 2026
Serangan Israel Tewaskan Imam Terkemuka Lebanon Sadiq al-Nabulsi
08 Apr 2026
Israel Bombardir Lebanon saat Gencatan AS-Iran, Ratusan Tewas
08 Apr 2026
IRGC Iran Pasang Foto Donald Trump Jadi Hitler di Rudal
08 Apr 2026
Klaim Menang Perang, Warga Iran Bakar Bendera AS-Israel saat Gencatan