Hamas Sebut RI Jamin Kirim Pasukan ke Gaza Bukan 'Agenda Israel'
Judul: Hamas Sebut RI Jamin Kirim Pasukan ke Gaza Bukan 'Agenda Israel' Jakarta, Pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, mengatakan Indonesia sudah menjelaskan bahwa pihaknya tidak a...
Jakarta, Pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, mengatakan Indonesia sudah menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan menjalankan agenda Israel menyusul rencana pengerahan pasukan ke Jalur Gaza Palestina di bawah Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).ISF atau International Stabilization Force (ISF) merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza. Hamdan mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Indonesia terkait pengerahan ISF ini.Lihat Juga :Hamas Respons soal RI Bakal Kirim 8 Ribu Tentara untuk ISF ke Gaza
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Indonesia, mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza," kata Hamdan saat wawancara dengan media Aljazeera Mubasher yang dirilis Rabu (11/2)."Sikap kami jelas, dan kami mendengar pernyataan yang tegas dari seluruh negara tersebut bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang menjalankan agenda Israel terhadap rakyat Palestina atau turut serta dalam agresi terhadap mereka," paparnya menambahkan.Dia berharap komitmen itu bisa diterapkan sebenar-benarnya agar warga Palestina bisa terlindungi dari serangan brutal Israel."Ya, dan kami menekankan bahwa agar hal ini bisa dicapai dengan benar, pasukan harus ditempatkan di perbatasan, memisahkan warga Palestina dari pendudukan dan mencegah pendudukan melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina" ujar Hamdan lagi..com sudah menghubungi juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Juru bicara Kementerian Pertahanan untuk mengonfirmasi apakah lembaga ini yang berkomunikasi dengan Hamas. Namun, keduanya belum memberi tanggapan.Lihat Juga :RI Buka Suara soal Israel Resmi Gabung Board of Peace Bentukan TrumpLebih lanjut, pejabat senior itu mengatakan Hamas sudah berkomunikasi dengan berbagai negara untuk membahas persoalan ISF."Kami telah memberi tahu semua pihak, termasuk pemerintah Indonesia, bahwa kami, warga Palestina tidak membutuhkan kekuatan atau pasukan asing," kata Hamdan.Media Israel, KAN, sebelumnya melaporkan RI akan jadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza beberapa pekan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington.KTT Board of Peace akan digelar pada 19 Februari di Washington.Kabar pengerahan pasukan RI ini muncul setelah Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang siap mengerahkan pasukan sebagai bagian dari ISF bersama Uni Emirat Arab, Italia, Azerbaijan, Pakistan, Qatar, Turki, dan negara lain.Pasukan ISF, termasuk dari Indonesia, dikerahkan untuk menjaga dan mengawasi gencatan senjata termasuk menangani masalah perbatasan.Sebagai contoh, pasukan Indonesia bisa saja dikerahkan untuk mengawasi garis perbatasan di Khan Yunis dan Rafah di Gaza selatan.Pilihan RedaksiChaos, Anggota Parlemen Turki Adu Jotos saat Lantik Menteri ErdoganTaiwan Wanti-wanti Jepang sampai RI Bisa Jadi Target Pencaplokan ChinaKim Jong Un Sedang Persiapan Tetapkan Putrinya Jadi SuksesorTerpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Gaza di bawah bendera ISF. Namun, hingga kini RI masih mempersiapkan skema pengiriman pasukan termasuk komposisi personel dan waktu pengerahan."Tapi, ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000 itu. Total (tentaranya) 20 ribu," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa.Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait pernah mengatakan upaya Indonesia untuk mendukung perdamaian, gencatan senjata, dan rekonstruksi di Gaza masih dalam persiapan.Rico juga menjelaskan Indonesia terus berkoordinasi dan menunggu mandat internasional serta keputusan resmi pemerintah."Terkait kabar bahwa Indonesia akan menjadi 'negara pertama' yang mengirim pasukan, kami belum dapat mengonfirmasi informasi tersebut," jawab Rico saat dikonfirmasi .com melalui pesan singkat pada Selasa. (isa/rds)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260212191428-120-1327631/hamas-sebut-ri-jamin-kirim-pasukan-ke-gaza-bukan-agenda-israel
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Trump Ultimatum Iran soal Nuklir: Buat Deal atau Kalian Bakal Trauma
13 Feb 2026
Hamas Buka Suara RI Kirim Pasukan ke Gaza hingga Israel Sah Gabung BoP
13 Feb 2026
Siapa Saja Negara Gabung Board of Peace Buatan Trump?
13 Feb 2026
Makin Bengis, Israel Bangun Fasilitas Hukuman Mati Tahanan Palestina
13 Feb 2026
Hamas Wanti-wanti Indonesia soal Tugas Pasukan ISF di Gaza
13 Feb 2026
Penampakan Pesawat Mendarat Darurat di Pantai Somalia