Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Shutdown Buntut Chaos Operasi ICE
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat resmi mengalami penutupan operasional atau *shutdown* pada Sabtu (14/2). Penutupan ini terjadi karena Gedung Putih dan Senat...
Partai Demokrat menolak menyetujui anggaran karena keberatan dengan operasi badan imigrasi dan bea cukai (ICE) yang dinilai semakin represif. Operasi badan di bawah DHS ini disebut telah menyebabkan kematian dua orang di negara bagian Minnesota.
Para pemimpin Demokrat di Kongres menuntut reformasi ICE sebagai syarat persetujuan anggaran. Reformasi tersebut meliputi larangan bagi agen ICE untuk menggunakan masker yang menyembunyikan identitas, larangan menargetkan individu berdasarkan ras, dan larangan penggerebekan di "lokasi sensitif" seperti sekolah dan gereja.
Namun, Partai Republik menolak tuntutan Demokrat, menganggapnya tidak masuk akal. Pada Kamis (12/2), undang-undang anggaran DHS hanya memperoleh 52 dari 100 suara, kurang dari ambang batas 60 suara yang diperlukan.
Senator dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyatakan, "RUU Partai Republik memungkinkan agen ICE merusak pintu tanpa surat perintah, memakai masker dan tak bisa diidentifikasi, (serta) menggunakan anak-anak sebagai umpan bagi orang tua mereka." Ia menegaskan, "Kami menepati janji kami: Tidak ada anggaran untuk ICE sampai mereka dikendalikan, sampai kekerasan berakhir."
Meskipun terjadi *shutdown*, ICE serta Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) dilaporkan tidak terpengaruh. Kedua badan ini dapat terus beroperasi dan menerima gaji karena memiliki akses ke dana sebesar US$75 miliar (sekitar Rp1.262 triliun). Dana ini berasal dari Undang-Undang One Big Beautiful Bill Presiden AS Donald Trump yang disahkan tahun lalu.
DPR dan Senat tidak akan bersidang hingga 23 Februari, yang berarti DHS akan mengalami *shutdown* parsial selama 10 hari ke depan.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260214141120-134-1328213/departemen-keamanan-dalam-negeri-as-shutdown-buntut-chaos-operasi-ice
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Pemerintah Gaza Minta Komite Bentukan Trump Segera Mulai Bertugas
14 Feb 2026
Presiden Iran Blak-blakan Cuma Digaji Rp16,8 Juta Imbas Krisis
14 Feb 2026
Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan
14 Feb 2026
Militer AS Dikabarkan Sedang Bersiap Operasi di Iran, Mau Perang?
14 Feb 2026
Trump Ngebet Gulingkan Khamenei: Itu Hal Terbaik yang Bisa Terjadi
14 Feb 2026
Gempa M 6,4 Guncang Vanuatu, Tak Berpotensi Tsunami