Internasional 14 Feb 2026 1 views

Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan

Israel kembali memberlakukan pembatasan akses bagi umat Muslim yang ingin beribadah di Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan. Mantan mufti agung Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri,...

Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan
Israel kembali memberlakukan pembatasan akses bagi umat Muslim yang ingin beribadah di Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan.

Mantan mufti agung Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri, yang juga menjabat sebagai kepala Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem, menyatakan bahwa otoritas Israel telah menyusun rencana pembatasan tersebut. Menurut Sabri, puluhan pemuda telah dilarang masuk masjid dan Israel tidak akan melonggarkan pembatasan bagi jemaah dari Tepi Barat selama Ramadan.

Sabri menambahkan bahwa ini berarti akan ada pembatasan yang lebih ketat, sehingga jumlah jemaah di Al-Aqsa akan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai tindakan ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mengganggu pelaksanaan puasa selama Ramadan.

Biasanya, ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat melakukan perjalanan ke Yerusalem Timur untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa saat Ramadan. Namun, sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, pos pemeriksaan Yerusalem diperketat, membatasi akses penduduk Tepi Barat ke wilayah tersebut. Selama dua tahun terakhir, hanya sedikit warga Palestina yang diizinkan masuk ke situs suci ketiga umat Islam itu.

Hingga saat ini, otoritas Israel belum mengumumkan peraturan khusus untuk Masjid Al-Aqsa selama Ramadan tahun ini. Namun, dalam beberapa hari terakhir, Israel telah mengeluarkan perintah sementara yang melarang pemuda Palestina di Yerusalem Timur memasuki Masjid Al-Aqsa selama Ramadan, dengan beberapa larangan berlaku hingga enam bulan.

Kebijakan ini muncul setelah Mayor Jenderal Avshalom Peled ditunjuk sebagai komandan polisi baru di Yerusalem Timur pada awal Januari. Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan bahwa penunjukan Peled di Yerusalem Timur bertujuan agar Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dapat bertindak lebih leluasa di situs tersebut.

Sejak 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan ekstremis memasuki kompleks masjid, meskipun berulang kali dilarang oleh Departemen Wakaf Islam.

Sabri menyayangkan tindakan keras yang akan diberlakukan oleh otoritas pendudukan terhadap Muslim yang datang ke Masjid Al-Aqsa. Ia menyatakan bahwa pemerintah sayap kanan Israel jelas-jelas bertujuan untuk mengimplementasikan rencana agresifnya terkait Masjid Al-Aqsa.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260214153355-120-1328234/israel-kembali-batasi-akses-muslim-ke-masjid-al-aqsa-selama-ramadan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.