Menag Sebut Hilal di Asia Tenggara Tak Muncul Hari Ini
Judul: Menag Sebut Hilal di Asia Tenggara Tak Muncul Hari Ini Jakarta, Menteri Agama Indonesia Nasaruddin Umar mengatakan hilal di kawasan Asia Tenggara juga tak terlihat hari ini...
Jakarta, Menteri Agama Indonesia Nasaruddin Umar mengatakan hilal di kawasan Asia Tenggara juga tak terlihat hari ini, Selasa (17/2).Nasaruddin menyampaikan penilaian tersebut saat konferensi pers usai sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.Lihat Juga :Menag: Kalender Hilal Global Turki Besok Belum 1 Ramadan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di seluruh wilayah kepulauan Indonesia, bahkan Asia Tenggara, bahkan kalau kita melihat tadi diskusinya, di seluruh negara-negara Islam pun juga itu belum ada satu negara muslim pun yang masuk kategori imkanur rukyah," kata Nasaruddin.Dia kemudian berujar, "Bahkan kebanyakan mereka itu ghairu wujudul hilal, wujud hilal belum muncul karena masih di bawah ufuk."Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan kalender hilal global versi Turki. Menurut dia, kalender tersebut juga tak memulai Ramadan pada 18 Februari.[Gambas:Video CNN]Beberapa negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari.Indonesia menetapkan awal puasa itu melalui dua metode yakni hisab fan rukyat.Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab.Pilihan RedaksiBeda Awal Ramadan: Pemerintah 19 Februari, Muhammadiyah 18 FebruariSingapura Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 19 FebruariMalaysia Mulai 1 Ramadan 19 FebruariMetode hisab menggunakan hitungan numerik-matematik untuk menetapkan awal bulan Hijriyah tanpa verifikasi faktual atau rukyat hilal.Sementara itu, rukyat merupakan metode pemantauan dengan cara mengamati hilal melalui mata telanjang atau teropong.Untuk memantau hilal, Indonesia menggunakan kriteria MABIMS yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat.Di kesempatan ini, Nasaruddin mengatakan data posisi hilal berdasarkan hisab pada hari ini di seluruh wilayah Indonesia, berkisar minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik."Berarti itu bukan saja ghairu imkanur rukyah, tapi ghairu wujudul hilal. Belum hilal itu berwujud, masih di bawah ufuk," ujar dia.Dengan demikian, 1 Ramadan di Indonesia jatuh pada 19 Februari. (isa/chri)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260217213032-106-1329024/menag-sebut-hilal-di-asia-tenggara-tak-muncul-hari-ini
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
40 Hari Ditutup Israel, Masjid Al Aqsa Kembali Dibuka
09 Apr 2026
Siapa Bagher Ghalibaf dan JD Vance yang Pimpin Negosiasi AS-Iran?
09 Apr 2026
Israel Biang Kerok, Iran-AS Saling Ancam Batalkan Gencatan Senjata
09 Apr 2026
Prabowo Sebut RI Beri Kejutan ke Dunia di 2027: Raksasa Sedang Bangkit
09 Apr 2026
Dubes Ungkap UEA Diserbu 500 Rudal dan 2000 Drone Iran Selama Perang
09 Apr 2026
Iran Ingatkan Gencatan Senjata Batal Jika Lebanon Terus Diserang