Internasional 20 Feb 2026 6 views

Trump Mau Bangun Pangkalan Militer untuk 5.000 Pasukan ISF di Gaza

Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump dilaporkan berencana membangun pangkalan militer di Jalur Gaza, Palestina, yang mampu menampung 5.000 personel Pasukan Stabilisas...

Trump Mau Bangun Pangkalan Militer untuk 5.000 Pasukan ISF di Gaza
Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump dilaporkan berencana membangun pangkalan militer di Jalur Gaza, Palestina, yang mampu menampung 5.000 personel Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Rencana ini terungkap dalam catatan kontrak Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang ditinjau oleh The Guardian.

Menurut draf dokumen tersebut, pangkalan ini akan membentang seluas lebih dari 350 hektare di Gaza selatan, sebuah area yang saat ini dipenuhi semak putih dan puing-puing logam akibat pemboman Israel. Lokasi ini akan menjadi pusat operasi militer bagi ISF, yang akan berada di bawah naungan Dewan Perdamaian untuk mengelola Gaza.

Dewan Keamanan PBB telah memberikan wewenang kepada Dewan Perdamaian untuk membentuk ISF. Tugas utama pasukan internasional ini adalah mengamankan dan menjaga perdamaian di Gaza, melindungi warga sipil, serta melatih dan mendukung pasukan polisi Palestina. Namun, dokumen tersebut tidak menjelaskan mekanisme yang jelas jika ISF terlibat dalam pertempuran, mengingat Gaza adalah zona konflik yang rentan.

Pembangunan pangkalan militer ini akan dilakukan secara bertahap. Setelah selesai, pangkalan tersebut akan memiliki luas 1.400 meter kali 1.100 meter dan akan dikelilingi oleh 26 menara pengawas lapis baja. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan lapangan tembak senjata ringan, bunker, dan gudang untuk peralatan militer. Bunker yang direncanakan berukuran 6 meter kali 4 meter dengan tinggi 2,5 meter akan dilengkapi ventilasi canggih untuk keamanan tentara.

Dokumen tersebut juga menyatakan bahwa kontraktor harus melakukan survei geofisika untuk mengidentifikasi rongga bawah tanah, terowongan, atau lubang besar di setiap fase pembangunan. Ketentuan ini kemungkinan merujuk pada jaringan terowongan yang dibangun Hamas di Gaza.

Selain itu, dokumen tersebut mencakup "Protokol Jenazah Manusia". Jika ditemukan jenazah atau artefak budaya yang diduga, semua pekerjaan di area tersebut harus segera dihentikan, area diamankan, dan Pejabat Kontrak diberitahu untuk arahan lebih lanjut. Diperkirakan sekitar 10.000 jenazah warga Palestina masih tertimbun di bawah reruntuhan di Gaza.

Seorang pejabat AS yang mengetahui rencana ini mengatakan bahwa sekelompok penawar, yang terdiri dari perusahaan konstruksi internasional berpengalaman di zona perang, telah meninjau lokasi tersebut.

Namun, rencana ini menuai kritik. Mantan negosiator dan pengacara Diana Buttu berpendapat bahwa pembangunan pangkalan militer tanpa izin Palestina sama saja dengan tindakan pendudukan. Buttu mempertanyakan izin siapa yang mereka dapatkan untuk membangun pangkalan militer tersebut, mengindikasikan bahwa rencana ini mungkin hanya menguntungkan Amerika Serikat dan Israel.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260220160115-120-1330076/trump-mau-bangun-pangkalan-militer-untuk-5000-pasukan-isf-di-gaza
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.