Internasional 21 Feb 2026 4 views

Pangeran Andrew Terancam Dicoret dari Daftar Pewaris Takhta Inggris

Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk mencoret mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dari daftar pewaris takhta kerajaan. Hal ini menyusul penyelidikan terkait hubu...

Pangeran Andrew Terancam Dicoret dari Daftar Pewaris Takhta Inggris
Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk mencoret mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dari daftar pewaris takhta kerajaan. Hal ini menyusul penyelidikan terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat yang kini telah meninggal dunia.

Menurut sumber pemerintah, langkah pencoretan ini baru akan dipertimbangkan setelah penyelidikan kepolisian selesai. Saat ini, Pangeran Andrew, adik Raja Charles III, masih menempati urutan ke-8 dalam garis suksesi takhta Inggris, setelah Putri Lilibet, anak Pangeran Harry.

Wacana pencoretan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan publik dan terungkapnya dokumen baru terkait kasus Epstein. Sebuah survei YouGov menunjukkan bahwa 82 persen responden mendukung pencoretan Andrew dari garis suksesi. Raja Charles III sendiri telah menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya.

Para pengamat kerajaan menilai kasus ini sebagai tantangan besar bagi institusi monarki Inggris. Pakar kerajaan Ed Owens menyebut situasi ini menghadirkan ketidakpastian bagi masa depan kerajaan.

Secara hukum, pencoretan Andrew dari garis suksesi memerlukan undang-undang baru dari parlemen Inggris. Perubahan tersebut juga harus disetujui oleh 14 negara Persemakmuran yang mengakui Raja Charles III sebagai kepala negara. Robert Hazell, pakar hukum tata negara dari University College London, menjelaskan bahwa semua negara tersebut, termasuk Inggris, harus mengubah hukum suksesi sebelum garis sukesi dapat diubah.

Sebelumnya, Raja Charles III telah mencabut semua gelar kehormatan Pangeran Andrew dan memintanya meninggalkan kediamannya di Windsor.

Pangeran Andrew ditangkap pada Kamis (19/2) di kediaman barunya di Sandringham, Norfolk timur, atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Penangkapan ini merupakan salah satu tindakan yang jarang terjadi terhadap anggota senior keluarga kerajaan Inggris di era modern.

Pangeran Andrew pernah menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris dari tahun 2001 hingga 2011. Ia diduga membagikan informasi sensitif terkait kunjungan resmi kepada Epstein, yang pada tahun 2008 dihukum atas kasus prostitusi anak di Amerika Serikat. Andrew berulang kali membantah melakukan pelanggaran hukum. Pada tahun 2022, ia juga menyelesaikan gugatan perdata di AS terkait tuduhan pelecehan seksual tanpa mengakui kesalahan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260221112415-134-1330303/pangeran-andrew-terancam-dicoret-dari-daftar-pewaris-takhta-inggris
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.