Pangeran Andrew Terancam Dicoret dari Daftar Pewaris Takhta Inggris
Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk mencoret mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dari daftar pewaris takhta kerajaan. Hal ini menyusul penyelidikan terkait hubu...
Menurut sumber pemerintah, langkah pencoretan ini baru akan dipertimbangkan setelah penyelidikan kepolisian selesai. Saat ini, Pangeran Andrew, adik Raja Charles III, masih menempati urutan ke-8 dalam garis suksesi takhta Inggris, setelah Putri Lilibet, anak Pangeran Harry.
Wacana pencoretan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan publik dan terungkapnya dokumen baru terkait kasus Epstein. Sebuah survei YouGov menunjukkan bahwa 82 persen responden mendukung pencoretan Andrew dari garis suksesi. Raja Charles III sendiri telah menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya.
Para pengamat kerajaan menilai kasus ini sebagai tantangan besar bagi institusi monarki Inggris. Pakar kerajaan Ed Owens menyebut situasi ini menghadirkan ketidakpastian bagi masa depan kerajaan.
Secara hukum, pencoretan Andrew dari garis suksesi memerlukan undang-undang baru dari parlemen Inggris. Perubahan tersebut juga harus disetujui oleh 14 negara Persemakmuran yang mengakui Raja Charles III sebagai kepala negara. Robert Hazell, pakar hukum tata negara dari University College London, menjelaskan bahwa semua negara tersebut, termasuk Inggris, harus mengubah hukum suksesi sebelum garis sukesi dapat diubah.
Sebelumnya, Raja Charles III telah mencabut semua gelar kehormatan Pangeran Andrew dan memintanya meninggalkan kediamannya di Windsor.
Pangeran Andrew ditangkap pada Kamis (19/2) di kediaman barunya di Sandringham, Norfolk timur, atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Penangkapan ini merupakan salah satu tindakan yang jarang terjadi terhadap anggota senior keluarga kerajaan Inggris di era modern.
Pangeran Andrew pernah menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris dari tahun 2001 hingga 2011. Ia diduga membagikan informasi sensitif terkait kunjungan resmi kepada Epstein, yang pada tahun 2008 dihukum atas kasus prostitusi anak di Amerika Serikat. Andrew berulang kali membantah melakukan pelanggaran hukum. Pada tahun 2022, ia juga menyelesaikan gugatan perdata di AS terkait tuduhan pelecehan seksual tanpa mengakui kesalahan.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260221112415-134-1330303/pangeran-andrew-terancam-dicoret-dari-daftar-pewaris-takhta-inggris
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Iran Murka Israel Bombardir Lebanon, Selat Hormuz Ditutup Lagi
09 Apr 2026
Iran Ultimatum Israel jika Masih Terus Serang Lebanon
09 Apr 2026
Daftar Delegasi AS-Iran yang Akan Hadiri Negosiasi Damai di Islamabad
09 Apr 2026
TNI UNIFIL Kena Serang, Bagaimana Rencana RI Kirim Pasukan ISF Gaza?
09 Apr 2026
Iran Tolak Mentah-mentah Pembatasan Uranium: Tidak Akan Terwujud!
09 Apr 2026
Siapa Menang Perang antara AS atau Iran? Ini Penjelasan Pakar