AS Amankan Pasukan dari Qatar dan Bahrain, Siap-siap Serang Iran?
Ratusan tentara Amerika Serikat (AS) di Qatar dan Bahrain dilaporkan telah dievakuasi dari pangkalan militer AS di kedua negara tersebut. Menurut laporan The New York Times pada Ju...
Informasi ini berasal dari sumber anonim di Pentagon yang berbicara kepada The New York Times, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Para pengamat menilai penarikan pasukan ini mengindikasikan bahwa AS sedang bersiap untuk menyerang Iran.
Katherine Thompson dari Cato Institute, yang pernah menjabat sebagai pejabat kebijakan senior di Pentagon pada tahun pertama pemerintahan Trump, menyatakan bahwa Pentagon tampaknya mengantisipasi respons Iran yang dapat menjadi risiko signifikan bagi pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut.
Pada Juni 2025, AS menyerang situs-situs nuklir Iran ketika Teheran berperang dengan Israel. Saat itu, sejumlah besar personel militer AS diangkut ke stadion sepak bola hingga pusat perbelanjaan sebelum Iran membalas menyerang pangkalan AS di Qatar.
Pangkalan Al Udeid adalah pangkalan terbesar Washington di Timur Tengah, menampung sekitar 10.000 tentara.
Dalam surat yang dikirim pada Kamis kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa Iran akan menyerang "semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan" apabila diserang. Ia menambahkan, "Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas segala konsekuensi yang tidak terduga dan di luar kendali."
Saat ini, pasukan AS tersebar di Qatar, Bahrain, Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Para prajurit Washington tetap berada di pangkalan masing-masing, kecuali di Qatar dan Bahrain. Komando Pusat militer AS (CENTCOM), yang wilayahnya meliputi Iran dan sekitarnya, hingga kini belum memberikan komentar.
Sejak Januari 2026, Pentagon telah melakukan pengerahan militer terbesar di Timur Tengah dalam dua dekade terakhir. Tindakan ini menyusul demonstrasi berdarah di Iran yang menewaskan ribuan orang. Presiden AS Donald Trump awalnya menyatakan pengerahan armada ke Timur Tengah dilakukan untuk membantu rakyat Iran melawan represi otoritas. Namun, belakangan Trump menggunakan negosiasi nuklir sebagai dalih pengerahan armada.
AS dan Iran saat ini sedang dalam pembicaraan terkait program nuklir Iran. Trump mendesak Iran untuk segera membuat kesepakatan jika tidak ingin diserang. Kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln saat ini sudah siaga di sekitar Iran. Pesawat-pesawat tempur Washington di berbagai pangkalan Timur Tengah juga sudah mulai dipanaskan. Bahkan, kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, saat ini sedang menuju Timur Tengah dari Venezuela.
Pada Jumat (20/2), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas untuk menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260222121703-134-1330522/as-amankan-pasukan-dari-qatar-bahrain-siap-siap-serang-iran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Iran Murka Israel Bombardir Lebanon, Selat Hormuz Ditutup Lagi
09 Apr 2026
Iran Ultimatum Israel jika Masih Terus Serang Lebanon
09 Apr 2026
Daftar Delegasi AS-Iran yang Akan Hadiri Negosiasi Damai di Islamabad
09 Apr 2026
TNI UNIFIL Kena Serang, Bagaimana Rencana RI Kirim Pasukan ISF Gaza?
09 Apr 2026
Iran Tolak Mentah-mentah Pembatasan Uranium: Tidak Akan Terwujud!
09 Apr 2026
Siapa Menang Perang antara AS atau Iran? Ini Penjelasan Pakar