Internasional 01 Mar 2026 7 views

Akhir Tragis Khamenei, Imam Iran yang Dilabel Pahlawan hingga Tiran

Judul: Akhir Tragis Khamenei, Imam Iran yang Dilabel Pahlawan hingga Tiran Jakarta, Nama pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuai sorotan usai tewas dalam serangan be...

Akhir Tragis Khamenei, Imam Iran yang Dilabel Pahlawan hingga Tiran
Judul: Akhir Tragis Khamenei, Imam Iran yang Dilabel Pahlawan hingga Tiran

Jakarta, Nama pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuai sorotan usai tewas dalam serangan bersama Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).Pembunuhan Khamenei menandai hari yang berbeda di Teheran, di Iran, dan tentu di kawasan Timur Tengah.Lihat Juga :Waktu Terbunuhnya Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Terungkap
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah media pemerintah seperti Fars News, Tasnim, hingga IRIB turut melaporkan kematian Khamenei."Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Ayatollah Agung Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah gugur sebagai syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari," lapor Tasnim News.Hidup Khamenei berakhir di usia 86 tahun pada Sabtu. Hari itu pula, kekuasaan dia yang sudah berjalan 26 tahun tamat.Selama memimpin Iran, Khameni dicap pahlawan sekaligus tiran oleh warga dan oposisi.
Bagi loyalis, Khamenei dianggap sebagai pahlawan dan membawa perubahan. Namun, bagi oposisi dia adalah tiran.Khamenei menjadi orang nomor satu di Iran pada 1989 setelah pelopor revolusi Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal dunia.Meski Khomeini adalah pelopor ideologi Revolusi Islam, tapi Khamenei lah yang memperkuat Iran menjadi seperti sekarang. Dia telah membentuk aparat militer dan paramiliter sehingga membuat ciut para musuh-musuhnya.Khamenei meyakini AS memusuhi Iran, dan bahwa Revolusi, Republik Islam dan Nasionalisme tak terpisahkan. Di bawah visi itu pula lah, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) berubah dari pasukan paramiliter menjadi lembaga keamanan, politik, dan ekonomi yang kuat serta punya pengaruh di kawasan.Lihat Juga :Garda Revolusi Iran: Serangan Paling Menghancurkan Segera DimulaiKhamenei juga mempromosikan "ekonomi perlawanan" untuk menumbuhkan kemandirian dalam menghadapi sanksi AS yang berat, terus skeptis dengan Barat, dan fokus pada pertahanan, demikian dikutip Al Jazeera.Namun, selama memimpin Iran kekuasaan dia diuji berkali-kali. Satu di antaranya pada 2009. Saat itu, warga ramai-ramai turun ke jalan memprotes pemilihan umum yang curang.Kemudian pada 2022, protes massal kembali menguar di Iran. Pada waktu itu, warga tumpah ruah ke jalan usai perempuan bernama Mahsa Amini tewas setelah ditangkap petugas keamanan Iran. Saat itu, mereka menuntut transparansi dan kebebasan ekspresi.Namun, demonstrasi berujung kisruh. Ada penangkapan, ada kerusuhan. Pihak berwenang Iran menuding unjuk rasa disusupi agen Israel dan Amerika Serikat.Tak berhenti di sana, warga Iran kembali menggelar demonstrasi massal pada akhir Desember 2025. Mulanya, mereka memprotes inflasi yang melangit dan menuntut perbaikan ekonomi.Lihat Juga :Siapa Pengganti Khamenei Setelah Tewas Dibunuh AS-Israel?Namun, demo berujung ricuh. Tuntutan meluas menjadi pergantian rezim Khamenei. Selama aksi, fasilitas umum juga dibakar. Pemerintah Iran kembali menuduh ada agen Israel dan AS yang terlibat.Di tengah huru-hara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bakal menggempur Iran jika mereka tak berhenti menangkap dan membunuh pada pedemo.Khamenei lahir di kota suci Syiah Mashhad pada 1939. Dia anak dari pemimpin Muslim terkemuka dan etnis Azerbaijan dari negara tetangga Irak.Keluarga Khamenei pertama kali menetap di Tabriz sebelum pindah ke Mashhad.Ibunya, Khadijeh Mirdamadai, adalah sosok yang tekun membaca Al Quran dan buku. Dia juga mendukung anaknya melawan pemerintahan dinasti Pahlavi.Khamenei memulai pendidikan di usia empat tahun. Ia mempelajari Al-Quran, dan menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah Islam pertama di Mashhad.Lihat Juga :Garda Revolusi Iran: Serangan Paling Menghancurkan Segera DimulaiIa tak menyelesaikan sekolah menengah atas, melainkan lanjut di sekolah teologi dan belajar dari ulama Islam terkemuka pada masanya, seperti ayahnya, dan Syekh Hashem Ghazvini. Pada tahun-tahun berikutnya, ia melanjutkan studinya di pusat-pusat pendidikan tinggi Syiah yang lebih bergengsi di Najaf dan Qom.Di Qom, Khamenei belajar dari dan menjalin hubungan dekat dengan sejumlah ulama Muslim terkenal termasuk Ayatollah Khomeini, yang populer di kalangan seminaris muda karena penolakan dan perlawanan dia terhadap Shah Pahlavi.Setelah lulus, Khamenei mengajar mata kuliah yurisprudensi dan kelas interpretasi teologi publik. Ia juga ikut menenatang pemerintahan Pahlavi dan menjadi aktivis.Sebagai seorang aktivis, Khamenei berulang kali ditangkap polisi rahasia Shah (SAVAK) dan dijatuhi hukuman pengasingan di kota terpencil Iranshahr. Namun, ia bisa kembali dan ikut protes yang menyebabkan pemerintahan Pahlavi berakhir.
Kehidupan Pribadi Khamenei

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260301100609-120-1332987/akhir-tragis-khamenei-imam-iran-yang-dilabel-pahlawan-hingga-tiran
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.