Internasional 01 Mar 2026 6 views

5 Nama Calon Pengganti Khamenei Usai Tewas Dibunuh AS-Israel

Iran dikabarkan tengah mempersiapkan calon pengganti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menyusul kabar kematiannya dalam serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat...

5 Nama Calon Pengganti Khamenei Usai Tewas Dibunuh AS-Israel
Iran dikabarkan tengah mempersiapkan calon pengganti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menyusul kabar kematiannya dalam serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Selain fokus pada transisi kepemimpinan, Iran juga bersiap melancarkan serangan balasan yang lebih besar.

Kematian Khamenei menimbulkan duka bagi sebagian warga Iran, namun disambut gembira oleh musuh-musuhnya seperti Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Meskipun demikian, kematian tersebut tidak serta-merta mengubah rezim Iran yang memiliki kepemimpinan ulama yang kuat.

Jauh sebelum kabar kematiannya, Khamenei telah mempersiapkan beberapa nama calon pengganti. Pemilihan pemimpin tertinggi selanjutnya akan dilakukan oleh Majelis Ahli. Berikut adalah lima nama yang sangat berpotensi mengisi posisi tersebut:

1. **Mojtaba Khamenei (56)**
Putra kedua Khamenei ini dikenal memiliki pengaruh signifikan di balik layar dan hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta pasukan paramiliter sukarelawan Basij. Namun, suksesi dari ayah ke anak seringkali tidak disukai di kalangan ulama Syiah, terutama di Iran pasca-revolusi. Hambatan lain adalah Mojtaba bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki peran resmi dalam rezim.

2. **Alireza Arafi (67)**
Arafi adalah ulama terkemuka dengan rekam jejak di lembaga pemerintahan dan merupakan orang kepercayaan Khamenei. Saat ini, ia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar dan pernah menjadi anggota Dewan Penjaga, yang bertugas memeriksa calon pemilu dan undang-undang. Arafi juga mengepalai sistem seminari Iran. Penunjukannya ke posisi senior dan strategis oleh Khamenei menunjukkan kepercayaan besar terhadap kemampuan birokrasinya. Namun, Arafi tidak dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh dan tidak memiliki hubungan dekat dengan lembaga keamanan.

3. **Mohammad Mehdi Mirbagheri (60-an)**
Mirbagheri adalah ulama garis keras dan anggota Majelis Pakar yang mewakili kelompok paling konservatif. Ia pernah menyatakan bahwa banyaknya korban di Gaza akibat agresi Israel tidak masalah jika itu mendekatkan pada Tuhan. Mirbagheri juga sangat menentang Barat dan percaya bahwa konflik antara orang beriman dan orang kafir tidak bisa dihindari.

4. **Hassan Khomeini (55)**
Sebagai cucu pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, Hassan memiliki legitimasi keagamaan dan revolusioner. Ia bertugas sebagai penjaga mausoleum Khomeini dan belum pernah memegang jabatan publik. Meskipun demikian, Hassan tampaknya memiliki sedikit pengaruh terhadap aparat keamanan negara atau elit penguasa. Ia pernah dianggap kurang keras dibanding rekan-rekannya dan sempat dilarang mencalonkan diri untuk Majelis Pakar pada tahun 2016.

5. **Hashem Hosseini Bushehri (60-an)**
Bushehri adalah ulama senior yang terkait erat dengan lembaga-lembaga pengatur suksesi, khususnya Majelis Pakar, di mana ia menjabat sebagai wakil ketua pertama. Bushehri disebut-sebut dekat dengan Khamenei, namun memiliki profil rendah di dalam negeri dan tidak dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan IRGC.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260301150044-120-1333067/5-nama-calon-pengganti-khamenei-usai-tewas-dibunuh-as-israel
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.