Internasional 03 Mar 2026 4 views

Kenapa Pemimpin Tertinggi Iran Bergelar Ayatollah?

Judul: Kenapa Pemimpin Tertinggi Iran Bergelar Ayatollah? Jakarta, Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah dunia meninggal dunia dalam serangan Israel yang dibantu Am...

Kenapa Pemimpin Tertinggi Iran Bergelar Ayatollah?
Judul: Kenapa Pemimpin Tertinggi Iran Bergelar Ayatollah?

Jakarta, Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah dunia meninggal dunia dalam serangan Israel yang dibantu Amerika Serikat.Sebagai pengganti sementara ditunjuk Ayatollah Alireza Arafi. Pemimpin revolusi Islam Iran juga seorang Ayatollah yaitu Ayatollah Rahullah Khomeini yang sudah meninggal pada 1989 silam.Lihat Juga :Iran Respons Jerman, Prancis, Inggris Berniat Lawan Teheran
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa disebut Ayatollah?Dikutip dari laman wisdomlib.com, Ayatollah adalah gelar kehormatan yang terutama digunakan dalam Syiah, yang menandakan seorang ulama Syiah Dua Belas Imam berpangkat tinggi.Kata "Ayatollah" berasal dari kata-kata Arab "Ayat" , yang berarti "tanda" atau "bukti," dan "Allah" yang berarti "Tuhan." Dengan demikian, gelar tersebut diterjemahkan sebagai "Tanda Tuhan" atau "Tanda Ilahi."Gelar ini diberikan kepada para ulama yang telah menunjukkan pengetahuan mendalam, kesalehan, dan kepemimpinan dalam komunitas Syiah. Gelar ini tidak memiliki nama yang dapat diturunkan atau dikaitkan secara langsung, karena merupakan gelar dan bukan nama pemberian.
Iran dipimpin oleh seorang Ayatollah sejak revolusi pada 1979. Sebelumnya, gelar tersebut hanya disematkan kepada para tokoh agama dengan pengaruh yang luas.Khomeini misalnya, sebelum memimpin revolusi adalah guru agama yang menentang sekularisme yang dipromosikan kekuasaan monarki Iran.Lihat Juga :Kata-kata Iran soal Indonesia Didesak Keluar Board of Peace TrumpDi kota Qom Iran, banyak tokoh agama bergelar Ayatollah seperti Ayatollah Boroujerdi, salah seorang guru Khomeini.Menarik dicatat pada masa itu, Boroujerdi percaya bahwa agama tidak boleh ikut campur dalam urusan pemerintahan. Jadi, sementara pemimpin Iran, Reza Shah, melemahkan kekuasaan para pemimpin agama dan mempromosikan negara yang lebih sekuler.Tokoh-tokoh agama paling berpengaruh di Iran juga mendorong pengikut mereka untuk melakukan hal yang sama. Jadi, seorang Ayatollah adalah pemimpin agama saja dan tidak turut campur urusan politik dan pemerintahan.Lihat Juga :Intelijen Prediksi Iran Bakal Luncurkan Serangan Langsung ke ASNamun di masa kekuasaan monarki itu pula, di masa Mohammed Reza Pahlavi, dia meminta bantuan Amerika Serikat untuk meredam protes reformasi demokrasi di ibu kota Iran, Teheran pada tahun 1950-an.Sosok yang dibungkam salah satunya Khomeini. Padahal Khomeini hanya memprotes sekularisme yang dipromosikan sang raja.Namun sikap keras Reza Pahlavi terhadap Khomeini ini justru menimbulkan simpati. Terlebih pada tahun 1962, Khomeini mulai memprotes niat Shah untuk melawan rancangan undang-undang yang secara efektif akan mengakhiri persyaratan bagi pejabat terpilih untuk disumpah dengan menggunakan Al-Quran.Tindakan ini hanyalah permulaan dari serangkaian peristiwa panjang yang akan mengubah politik Iran selamanya.Seperti dikutp lama biography.com, Juni 1963, Khomeini menyampaikan pidato yang menyiratkan bahwa jika Shah tidak mengubah arah politik Iran, rakyat akan senang melihatnya meninggalkan negara itu.Lihat Juga :Fakta-fakta Terkini Perang Iran vs AS-IsraelAkibatnya, Khomeini ditangkap dan dipenjara. Selama masa penahanannya, orang-orang turun ke jalan meneriakkan tuntutan pembebasannya dan ditanggapi oleh pemerintah dengan kekuatan militer.Namun Khomeini kemudian diasingkan hingga menetap di Perancis. Di pengasingan, sosoknya mulai dikenal bukan saja sebagai ulama, tapi juga tokoh penentang rezim Pahlavi hingga revolusi Islam Iran meletus.Semenjak itu, konstitusi Iran menyatakan negeri ini di bawah pemimpim tertinggi seorang Ayatollah.
Pembungkaman oleh Shah Reza Pahlavi

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260303091112-120-1333678/kenapa-pemimpin-tertinggi-iran-bergelar-ayatollah
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.