Internasional 09 Mar 2026 4 views

Trump Disebut Kaget dan Marah Israel Serang Depot Minyak Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan terkejut dan marah setelah Israel memberitahukan rencananya untuk menyerang depot minyak Iran. Seorang penasihat Trump mengungkap...

Trump Disebut Kaget dan Marah Israel Serang Depot Minyak Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan terkejut dan marah setelah Israel memberitahukan rencananya untuk menyerang depot minyak Iran. Seorang penasihat Trump mengungkapkan kepada Axios bahwa Trump "tidak menyukai serangan tersebut." Kekhawatiran para pejabat AS adalah bahwa rekaman gudang yang terbakar dapat mengguncang pasar minyak dan mendorong kenaikan harga energi.

"Presiden tidak menyukai serangan itu. Dia ingin menyelamatkan minyak. Dia tidak mau membakarnya. Dan itu mengingatkan orang-orang pada harga bensin yang lebih tinggi," kata penasihat tersebut. Seorang pejabat AS lainnya juga menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak Iran "bukanlah ide bagus." Menurut seorang pejabat Israel, respons AS terhadap rencana serangan depot itu adalah: "WTF (apa-apaan!)". Baik Gedung Putih maupun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak berkomentar mengenai laporan ini.

Insiden ini menandai perselisihan pertama antara AS dan Israel sejak kedua negara melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. Seorang pejabat AS menyebut perselisihan ini akan dibahas secara serius di tingkat politik senior. Kegelisahan AS memang beralasan. Pada Senin (9/3), harga minyak dunia melonjak sekitar 20 persen dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 menyusul serangan tersebut.

Pada Sabtu (7/3) malam, Israel mengebom depot minyak Iran, menyebabkan bola api besar terlihat di langit ibu kota Teheran. Video-video yang beredar dan telah diverifikasi menunjukkan asap hitam tebal mengepul hebat di udara. Kementerian Perminyakan Iran melaporkan bahwa tiga depot penyimpanan minyak telah diserang oleh Israel, salah satunya di Kota Karaj, Provinsi Alborz, sebelah barat Teheran. Tumpahan minyak dari salah satu depot bahkan merembes ke sistem pembuangan limbah Teheran, memicu "sungai api" di sepanjang jalan ibu kota.

IDF mengklaim serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur militer Iran. IDF menuduh militer Iran menggunakan depot-depot tersebut "untuk memasok bahan bakar kepada berbagai konsumen termasuk organ militernya." Juru bicara markas besar Khatam Al Anbiya Iran, pengawas operasi militer, pada Sabtu memperingatkan bahwa jika AS-Israel terus menargetkan infrastruktur minyak Iran, Teheran mungkin akan melancarkan serangan serupa di Timur Tengah.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260309123521-120-1335878/trump-disebut-kaget-marah-israel-serang-depot-minyak-iran
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.