Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran, Pertanda Operasi AS-Israel Gagal?
Judul: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran, Pertanda Operasi AS-Israel Gagal? Jakarta, Jutaan warga Iran telah mengucap sumpah setia ke Pemimpin Tertinggi baru sekaligus pemimpin...
Jakarta, Jutaan warga Iran telah mengucap sumpah setia ke Pemimpin Tertinggi baru sekaligus pemimpin Revolusi Islam Mojtaba Khamenei pada Senin (9/3). Iran memilih pemimpin sendiri tanpa campur tangan negara lain."Jutaan warga mengucapkan sumpah setia kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei," demikian laporan media pemerintah, Tasnim News Agency, Senin (9/3).Lihat Juga :Mosaic Defense, Taktik Rahasia Iran Bertahan Hadapi Gempuran AS-Israel
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pemimpin Iran seperti Presiden Masoud Pezeshkian, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Larijani, juga telah bersumpah setia ke Mojtaba.Mojtaba terpilih jadi pemimpin tertinggi dalam pemungutan suara di lembaga Majelis Pakar. Ia menjadi orang nomor satu di Iran usai pemimpin pendahulu yang juga ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.Dalam operasi itu, Presiden AS Donald Trump berambisi ingin mengganti rezim dan menghancurkan program nuklir Iran.Lihat Juga :Mojtaba Khamenei Dikabarkan Luka Kena Bom AS-IsraelLalu, apakah ini artinya operasi AS-Israel untuk mengganti rezim gagal?Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, mengatakan keputusan Iran memilih Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi mengecewakan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu."Karena figur yang terpilih bukan figur yang diinginkan. Asumsinya kan Iran harusnya mengikuti atau mengkonsultasikan figur yang akan dipilih sesuai dengan keinginan Amerika dan Israel," kata Yon saat dihubungi .com, Senin.Sejak awal melontarkan ancaman, Trump sesumbar ingin mengganti rezim di Iran. Dia juga mengatakan akan membunuh pemimpin selanjutnya jika sosok yang terpilih bukan figur pilihan presiden AS itu.Lihat Juga :3 Pangkalan Militer Israel Dirudal Iran-Hizbullah di Hari ke-13 Perang[Gambas:Video CNN]Lihat Juga :KILAS INTERNASIONALSpanyol Tarik Dubes di Israel sampai Tel Aviv Babak Belur Dibom IranNamun, Iran memilih anak Khamenei, Mojtaba. Orang yang sangat tak diinginkan Trump, sebagai garis keturunan langsung pemimpin pendahulu di negara Timur Tengah itu.Keputusan Iran memilih Mojtaba, menurut Yon, dianggap sebagai kegagalan AS dan Israel."Tampaknya Amerika dan Israel gagal dalam membuat Iran untuk menyerah tapi justru akan melancarkan serangan balasan yang lebih kuat sebagai bagian balasan ke rakyat Iran atas terbunuhnya pemimpin tertinggi mereka," kata dia.Di luar itu, Iran juga punya suksesi yang jelas di internal Iran. Sejak Israel meluncurkan serangan ke Iran di tengah agresi mereka, nama-nama pengganti Khamenei bermunculan.Pilihan RedaksiIran Buka Suara soal Kabar Mojtaba Terluka Kena Bom Israel-ASJutaan Orang Israel Tak Bisa Tidur Digempur Iran dan Lebanon3 Kapal Kena Hantam Proyektil Misterius di Selat HormuzNama-nama tersebut bukan begitu saja muncul, tetapi karena Ali Khamenei telah menjadi target utama Israel sejak lama.Khamenei bahkan disebut-sebut sudah mengantongi beberapa nama, sebelum dia meninggal. Iran juga punya mekanisme pemilihan yang sistematis.Pemimpin Iran dipilih badan ulama beranggotakan 88 orang yang disebut Majelis Ahli (Assembly of Expert). Badan ini dipilih publik setiap delapan tahun sekali.Namun, para kandidat yang mencalonkan diri untuk Majelis harus diperiksa dan disetujui Dewan Penjaga (Guardian Council). Ini adalah badan pengawas yang anggotanya sebagian ditunjuk pemimpin tertinggi.Saat kursi pemimpin tertinggi kosong, karena kematian atau pengunduran diri, Majelis Ahli berkumpul untuk memilih pengganti. Sesuai dengan konstitusi Iran, kandidat harus laki-laki, ulama dengan kompetensi politik, otoritas moral, dan loyalitas kepada Republik Islam.Dia juga harus merupakan ahli hukum senior dengan pengetahuan mendalam soal yurisprudensi Islam Syiah, serta punya keberanian, dan kemampuan administrasi."Terpilihnya Mojtaba menunjukkan adanya suksesi di internal Iran. Velayatul Fakih memiliki fungsi pengarah dan memberi persetujuan untuk kebijakan strategis," kata pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia Sya'roni Rofii.Lanjut ke sebelah...
Yon dan Sya'roni sama-sama meyakini perlawanan Iran terhadap AS dan Israel akan semakin menguat di bawah pimpinan Mojtaba. Sya'roni memandang Mojtaba merupakan lingkaran inti yang tahu cara kerja Khamenei."Pengalaman ini bisa membantu kerja Mojtaba ke depan. Kelihatannya pendekatan Iran pada era Mojtaba mirip dengan ayahnya," kata Sya'roni.Selain itu, Mojtaba punya latar belakang di medan perang dan memiliki koneksi dengan Pasukan Korps Garda Revolusi (IRGC). Faktor itu, lanjut Sya'roni, akan mewarnai kebijakan Iran di masa depan."Militer dan diplomasi akan berjalan bersamaan," ungkap dia.Lihat Juga :Trump Kesal saat Ditanya soal Kabar Intelijen Rusia Bantu IranMojtaba punya cukup pengalaman dalam bidang militer. Sejumlah media melaporkan selama perang Iran-Irak (1980-1998) dia ikut maju ke medang perang.Dalam perang dua negara tetangga itu, Mojtaba dikabarkan sempat terluka.Di usia remaja, Mojtaba tergabung dalam Habib ibn Mazaher Batalion, salah satu unit di bawah IRGC yang berisi anak muda militan dan punya ideologi keras.Para "alumni" batalion ini kemudian dikenal memiliki kekuatan di pemerintahan seperti Qasem Soleimani, Hossein Hamedani, dan Ahmad Kazemi, yang dikenal figur penting dalam militer Iran.[Gambas:Photo CNN]Meski Mojtaba tidak lama bergabung ke divisi itu, tetapi dia punya hubungan yang erat dengan pasukan elite. Kondisi ini juga membuat dia dipercaya dan punya koneksi dengan sejumlah petinggi militer.Yon sementara itu, memandang terpilihnya Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi akan membuat Iran semakin intensif melakukan perlawanan terhadap musuh-musuhnya terutama Amerika Serikat dan Israel.Faktor personal dan emosional bakal sangat mempengaruhi perlawanan Iran ke AS-Israel.Lihat Juga :Menohok! Menlu Iran Ejek Operasi 'Epic Fury' Trump Jadi 'Epic Mistake'"Karena biar bagaimanapun, Mojtaba ini adalah anak kandung yang menyaksikan sendiri bagaimana orang tuanya, saudara dan juga keluarganya dibunuh [dalam serangan AS-Israel]," kata Yon.Dia lalu berujar, "Maka secara emosional akan lebih tegas, akan lebih kuat untuk melanjutkan perlawanan, bukan mengikuti keinginan Amerika dan Israel untuk menyerah."
Nasib dan Masa Depan Iran
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260311190231-120-1336968/mojtaba-khamenei-jadi-pemimpin-iran-pertanda-operasi-as-israel-gagal
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Kondisi Kritis Khamenei sampai AS-Israel Mulai Bombardir Iran Lagi
08 Apr 2026
FOTO: Bom Klaster Iran Sebabkan Kerusakan di Wilayah Israel Tengah
08 Apr 2026
Kereta Cepat Prancis Tabrakan dengan Truk Militer, Masinis Tewas
08 Apr 2026
Ukraina Serang Kapal Perang Rusia Dengan Drone
08 Apr 2026
Penampakan Bangunan Roboh di Tengah Banjir Besar Dagestan
08 Apr 2026
FOTO: Israel Serang Kamp Pengungsian Gaza, 10 Orang Tewas