Waswas BBM Naik, Petani Australia Desak Warga Naik Kendaraan Umum
Judul: Waswas BBM Naik, Petani Australia Desak Warga Naik Kendaraan Umum Jakarta, Serikat petani di Australia mendesak warga Negeri Kanguru beralih ke transportasi umum di tengah...
Jakarta, Serikat petani di Australia mendesak warga Negeri Kanguru beralih ke transportasi umum di tengah kekhawatiran melonjaknya harga bahan bakar (BBM) buntut perang di Timur Tengah.Presiden Federasi Petani Victoria Brett Hosking mengatakan nasib para petani negara bagian Victoria saat ini di ujung tanduk setelah situasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran kian memanas belakangan ini.Lihat Juga :BREAKING NEWSIsrael Klaim Larijani Tangan Kanan Khamenei Tewas
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berujar jika warga Australia tetap menggunakan kendaraan pribadi, stok BBM dalam negeri akan habis sehingga petani tak akan mampu memproduksi dan mendistribusikan hasil bumi."Bagi sebagian besar warga Victoria, kekurangan bahan bakar berarti agenda mesti dibatalkan, antrean (BBM) mengular, dan anggaran mingguan jadi lebih ketat. Bagi para petani, waktu adalah segalanya," kata Hosking dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Sky News."Pertanian bergantung pada periode cuaca yang sempit dan jika tangki kosong pada saat yang salah, Anda tidak bisa hanya menunggu harga stabil, Anda akan kehilangan kesempatan, dan terkadang kehilangan seluruh hasil panen," lanjutnya.Harga minyak dunia belakangan terus melambung buntut perang panas AS-Israel vs Iran. Selama dua pekan terakhir, minyak dunia beberapa kali tembus lebih dari US$100 per barel, rekor tertinggi sejak 2022.
Situasi ini membuat petani Australia ketar-ketir akan dampak domestik di masa mendatang. Sebab perang belum menunjukkan tanda-tanda usai, bahkan Israel mengindikasikan akan berlanjut sampai April.Hosking mengatakan jika warga Australia tak segera mengambil langkah preventif, nasib seluruh warga Australia akan betul-betul dalam bahaya."Memastikan para petani tetap dapat beraktivitas adalah kepentingan semua pihak. Para petani Victoria menanam hampir seperempat dari makanan Australia dan memberi makan jutaan orang lainnya di seluruh dunia," ujar Hosking.Lihat Juga :Larijani Diserang Israel, Sempat Serukan Negara Muslim Bantu Iran"Jika satu dari lima pengguna mobil di Victoria beralih ke transportasi umum, bahan bakar yang dihemat akan cukup untuk menanam sekitar setengah dari dari tanaman gandum, jelai, kanola, dan lentil di Australia," katanya.Federasi Petani Victoria telah meminta pemerintah negara bagian untuk menggratiskan transportasi umum hingga pasokan BBM stabil. Seiring dengan itu, mereka juga mendesak pemerintah mengoperasikan lebih banyak layanan guna mengimbangi melonjaknya permintaan komuter.Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles telah menyampaikan pasokan BBM Negeri Kanguru masih aman dari konflik Timur Tengah. Meski begitu, ia tak menjamin pemerintah federal bisa terus menjaga persediaan bahan bakar untuk masyarakat."Saat ini, volume BBM yang masuk ke negara ini sama seperti sebelum konflik dimulai," ucapnya."Namun kami menyadari bahwa jika konflik ini berlanjut dalam jangka waktu tertentu, hal itu jelas akan berdampak pada pasokan bahan bakar Australia. Dengan mempertimbangkan hal itu, kami telah melepaskan 20 persen cadangan domestik dan kami telah menargetkan wilayah-wilayah tertentu sebagai tempat yang paling membutuhkan," ujar Marles.Lihat Juga :Netizen Curiga Video Baru Netanyahu AI Lagi, Soroti Cincin-TelingaMarles telah mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying guna menjaga kestabilan. Ia juga berjanji akan melakukan segala cara guna mengatasi situasi saat ini."Kami melakukan apa yang kami bisa untuk mengatasi situasi ini, dan yang kami minta dari warga Australia saat ini adalah untuk menjalankan aktivitas mereka seperti biasa," pungkasnya. (blq/bac)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260317172820-120-1339123/waswas-bbm-naik-petani-australia-desak-warga-naik-kendaraan-umum
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Lagi, Netanyahu Menghasut Trump Tolak Setop Perang dengan Iran
07 Apr 2026
Trump Ledek Biden Pakai Tanda Tangan Otomatis di Depan Anak-anak
07 Apr 2026
Trump Kesal Dicap Penjahat Perang Bombardir Iran: Mereka Binatang
07 Apr 2026
Trump Maki-maki Jurnalis NY Times yang Singgung Kejahatan Perang
07 Apr 2026
Iran Tak Takut Ultimatum Angkuh AS, Cap Trump Delusional
07 Apr 2026
Ini Spesifikasi Drone Diduga Milik UEA-Arab Saudi yang Serang Iran