Jurnalis Rusia Nyaris Kena Roket Israel di Lebanon, Moskow Berang
Koresponden dan kamerawan kantor berita Rusia, RT, Steve Sweeney dan Ali Rida Sbeity, mengalami luka-luka setelah roket Israel menghantam lokasi terbuka di dekat tempat mereka meli...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengutuk Israel atas serangan terhadap jurnalis yang mengenakan tanda "Pers" yang sangat jelas. Zakharova juga menyinggung aksi militer Israel (IDF) yang telah menyebabkan kematian ratusan jurnalis yang meliput agresi Zionis di Gaza, Palestina, sejak Oktober 2023. Menurut Zakharova, serangan terhadap jurnalis RT yang mengenakan tanda pers "tidak dapat disebut kecelakaan mengingat pembunuhan dua ratus jurnalis di Gaza." Ia menambahkan, "Terutama karena roket tersebut tidak mengenai 'fasilitas militer strategis yang signifikan', melainkan lokasi di mana laporan tersebut sedang direkam," tulisnya di Telegram. Moskow "menunggu tanggapan dari organisasi internasional."
Israel telah berulang kali dituduh sengaja menargetkan jurnalis dan pekerja media. Sejak eskalasi regional terbaru dimulai ketika AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari, Komite Perlindungan Jurnalis melaporkan bahwa setidaknya tiga jurnalis telah tewas di Iran dan Gaza. Dalam beberapa waktu terakhir, Israel gencar mengebom wilayah Lebanon, terutama di selatan ibu kota Beirut, dengan dalih memburu kelompok milisi Hizbullah.
Dalam rekaman video terpisah yang diunggah di akun media sosialnya, Rida mengaku kondisinya stabil dan berseloroh, "Ternyata ketika rudal terbang ke arah Anda, Anda bisa mendengarnya." Sementara itu, Sweeney, saat diwawancarai secara daring, mengatakan ia dirawat karena luka akibat pecahan roket atau peluru di lengannya. "Saya kagum bahwa kami selamat. Kami sangat beruntung hanya mengalami cedera seperti itu," kata jurnalis tersebut. "Ini adalah serangan yang disengaja dan terarah. Tidak ada keraguan tentang itu," tambah Sweeney.
Detik-detik serangan roket tak jauh dari titik Sweeney melaporkan dan direkam Rida terekam. Saat roket menghantam tanah tak jauh dari lokasi, keduanya terkejut dan terlempar. Kamera yang merekam Sweeney pun terjatuh. Dari rekaman yang dibagikan di akun media sosial RT, kedua jurnalis itu menggunakan rompi bertuliskan 'PRESS' saat meliput di dekat jembatan yang tak jauh dari kota Tirus. Mereka mengatakan sebuah pesawat Israel menembakkan rudal ke posisi pengambilan gambar mereka di dekat Jembatan Al-Qasmiya di Lebanon selatan, tidak jauh dari pangkalan militer setempat. Rida mengatakan pasukan Israel diduga 'dengan sengaja menyerang' kru jurnalis tersebut meskipun mereka mengenakan seragam yang menampilkan kartu identitas pers mereka. Kamera Rida merekam momen serangan tersebut saat ia mengambil gambar laporan Sweeney. Rekaman tersebut menunjukkan rudal menghantam kurang dari sepuluh meter di belakang Sweeney saat ia sontak tiarap guna berlindung. Beruntung nyawa Sweeney dan Rida masih terlindungi, dan hanya mengalami luka-luka sehingga harus menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Rida membagikan momen dokter lokal mengangkat serpihan-serpihan peluru dari tangan Sweeney di media sosialnya.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak Israel menghentikan serangan ke wilayah negaranya yang diklaim sebagai basis Hizbullah. Ia menyatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Kamis. Lebanon terseret ke dalam perang regional sejak awal Maret ini. Israel menembakkan roket ke selatan Beirut yang diklaim sebagai basis Hizbullah, setelah dia dan AS menggempur Iran dan menewaskan pemimpin tertingginya Ayatullah Khamenei di awal Ramadan atau pada akhir Februari lalu. Milisi Hizbullah juga mengirim roket ke Israel. Sebaliknya, Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon dan serangan darat di wilayah perbatasan, yang secara gabungan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260320140605-120-1339889/jurnalis-rusia-nyaris-kena-roket-israel-di-lebanon-moskow-berang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Iran Respons Ultimatum Serangan Trump: Biarkan Dia Ngoceh
07 Apr 2026
Trump Ejek NATO Macan Kertas, Ngeluh Korsel-Jepang Ogah Perangi Iran
07 Apr 2026
Ultimatum Mau Habis, Trump Ancam Ratakan Iran dalam Waktu 4 Jam
07 Apr 2026
Ultimatum Trump Berakhir Hari Ini, Iran Bakal Dibombardir?
07 Apr 2026
Trump Kecele Senjata Palsu Iran sampai Ucap 'Alhamdulillah'
07 Apr 2026
Trump Klaim Militer Iran Lumpuh, Kenapa Bisa Jatuhkan Jet Tempur AS?