Kuba Tolak Negosiasi Jabatan Presiden dengan AS
Judul: Kuba Tolak Negosiasi Jabatan Presiden dengan AS Jakarta, Kuba pada Jumat (20/3) menolak pendapat bahwa sistem politik atau masa jabatan presidennya menjadi subjek negosiasi...
Jakarta, Kuba pada Jumat (20/3) menolak pendapat bahwa sistem politik atau masa jabatan presidennya menjadi subjek negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini merespons laporan bahwa AS berupaya menggulingkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dari kekuasaan."Saya dapat secara tegas mengkonfirmasi bahwa ... sistem politik Kuba tidak dapat dinegosiasikan, dan tentu saja baik presiden maupun posisi pejabat mana pun di Kuba tidak dapat dinegosiasikan dengan Amerika Serikat," kata Wakil Menteri Luar Negeri Carlos Fernandez de Cossio dalam konferensi pers seperti diberitakan Reuters.Lihat Juga :Terancam 'Dijajah' Trump, Kuba Bersumpah Lawan AS
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuba mengatakan pekan lalu telah memulai pembicaraan dengan pemerintah AS yang memblokade minyak mereka hingga mendorong negara komunis ini semakin dalam ke dalam krisis ekonomi. Presiden AS Donald Trump juga sempat mengeluarkan komentar bahwa ia dapat melakukan "apa pun yang saya inginkan" dengan Kuba.Diaz-Canel saat berbicara kepada sekelompok aktivis asing yang membawa bantuan kemanusiaan ke Kuba mengatakan Kuba sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan "agresi" AS."Kami tidak hanya berdiam diri. Pertama-tama, kami menyadari bahwa mungkin ada agresi terhadap Kuba," kata Diaz-Canel, yang belakangan ini menunjukkan sikap yang lebih menantang.Ia mengatakan di media sosial pada Selasa bahwa "setiap agresor eksternal akan menghadapi perlawanan yang tak tertembus."USA Today, mengutip dua sumber yang mengetahui rencana pemerintahan Trump, melaporkan bahwa Trump sedang mempersiapkan kesepakatan ekonomi dengan Kuba yang akan melonggarkan pembatasan perdagangan yang mencakup "jalan keluar" bagi Diaz-Canel.The New York Times mengutip empat orang yang mengetahui pembicaraan tersebut, kemudian melaporkan bahwa pemerintahan Trump berupaya menggulingkan Diaz-Canel dari kekuasaan dengan sisa dua tahun masa jabatannya sebagai presiden dan lima tahun sebagai pemimpin Partai Komunis.Kedua laporan tersebut mengatakan proposal AS akan membiarkan keluarga mantan presiden Fidel dan Raul Castro tetap tidak tersentuh.Lihat Juga :Kuba Bakal Dicaplok Trump Tak Lama Lagi Setelah Perang AS vs IranFidel Castro meninggal pada 2016, tetapi Raul Castro, 94 tahun, tetap sangat berpengaruh delapan tahun setelah menyerahkan jabatan presiden kepada Diaz-Canel.Kesepakatan semacam itu akan menyerupai apa yang terjadi di Venezuela, di mana AS menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari.Alih-alih mencoba memasang pemerintahan oposisi, AS telah bekerja sama dengan penjabat Presiden Delcy Rodriguez, mantan wakil presiden Maduro yang mengambil alih kekuasaan. (fea)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260321084859-134-1340035/kuba-tolak-negosiasi-jabatan-presiden-dengan-as
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Ultimatum Mau Habis, Trump Ancam Ratakan Iran dalam Waktu 4 Jam
07 Apr 2026
Ultimatum Trump Berakhir Hari Ini, Iran Bakal Dibombardir?
07 Apr 2026
Trump Kecele Senjata Palsu Iran sampai Ucap 'Alhamdulillah'
07 Apr 2026
Trump Klaim Militer Iran Lumpuh, Kenapa Bisa Jatuhkan Jet Tempur AS?
07 Apr 2026
FOTO: 30 Universitas Iran Hancur Dibom AS Sejak Perang Pecah
07 Apr 2026
RSP Menang Pemilu Nepal, Pengaruh China Dinilai Melemah