Ketar-ketir Dibom Iran, Israel Tutup Sekolah dan Larang Kumpul-kumpul
Israel menutup sekolah dan membatasi kegiatan warga setelah serangan drone Iran menghantam beberapa wilayah selatan, termasuk Arad dan Dimona, yang dilaporkan melukai ratusan orang...
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel mengumumkan bahwa kegiatan belajar-mengajar dihentikan hingga Selasa (24/3). Selain itu, warga dilarang berkumpul dalam jumlah besar, dengan batas maksimal 50 orang selama periode tersebut.
Kantor berita Kan melaporkan bahwa pembatasan ini berlaku di wilayah Negev, Lachish, dan kawasan Laut Mati. Mengutip Al Jazeera, otoritas Israel menyatakan bahwa aktivitas berkumpul masih diperbolehkan dengan syarat peserta memiliki akses cepat ke tempat perlindungan jika sirene peringatan udara berbunyi.
Serangan Iran yang diluncurkan pada Sabtu (21/3) menyasar Arad dan Dimona, menyebabkan lebih dari 100 orang terluka. Aksi ini disebut sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz yang terjadi pada hari yang sama.
Dimona diketahui merupakan lokasi Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev. Meskipun demikian, International Atomic Energy Agency (IAEA) menyatakan tidak ada indikasi kebocoran radiasi maupun kerusakan signifikan pada fasilitas tersebut.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260322130710-120-1340343/ketar-ketir-dibom-iran-israel-tutup-sekolah-dan-larang-kumpul-kumpul
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
RSP Menang Pemilu Nepal, Pengaruh China Dinilai Melemah
07 Apr 2026
FOTO: Rudal Iran Hantam Gedung di Haifa Israel, 2 Tewas
06 Apr 2026
Detik-detik AS Serang Iran usai Penembakan Dua Pesawat
06 Apr 2026
Diultimatum Trump, Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
06 Apr 2026
Perempuan WNI Ditemukan Tewas di Melbourne Australia
06 Apr 2026
Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran