Internasional 23 Mar 2026 3 views

Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz jika Fasilitas Energi Diserang

Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz dan melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan jika Amerika Serikat menyerang fasilitas pembangkit...

Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz jika Fasilitas Energi Diserang
Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz dan melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan jika Amerika Serikat menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran. Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang meluas di Timur Tengah.

Otoritas Iran menyatakan bahwa mereka akan sepenuhnya menutup Selat Hormuz dan menyerang infrastruktur energi serta air di kawasan jika pembangkit listrik mereka diserang. Selat Hormuz adalah jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga penutupannya berpotensi mengguncang pasar energi global.

Pada saat yang sama, serangan militer terus berlanjut di berbagai wilayah. Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan Jembatan Qasimiyah di Lebanon selatan, yang oleh Presiden Lebanon Joseph Aoun disebut sebagai 'awal dari invasi darat'.

Amerika Serikat dan Israel terus menggempur wilayah Iran. Militer Israel juga mengklaim berhasil mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menyatakan komitmennya untuk menghancurkan Iran setelah serangan yang melukai lebih dari 180 orang di kota Arad dan Dimona.

Serangan udara juga dilaporkan menargetkan markas kelompok Popular Mobilisation Forces (PMF) yang berafiliasi dengan Iran di Baghdad, Irak. Serangan ini terjadi setelah adanya serangan terhadap diplomat AS dan pusat logistik di bandara utama kota tersebut.

Dampak konflik mulai terasa di pasar global. Sejumlah bursa saham Asia mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya risiko perang berkepanjangan. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 3,3 persen, Indeks Shanghai Composite melemah 2,3 persen. Indeks Straits Times Singapura juga turun 2,1 persen, sementara bursa saham Filipina anjlok 3,17 persen dan Thailand melemah 2,15 persen. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kemungkinan perang yang lebih luas serta ancaman penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260323125951-120-1340585/iran-ancam-tutup-total-selat-hormuz-jika-fasilitas-energi-diserang
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.