Internasional 23 Mar 2026 2 views

Israel Tetap Serang Palestina di Momen Lebaran, 4 Tewas di Gaza

Aksi kekerasan Israel, baik melalui serangan militer maupun koloni Zionis, terus menghantui warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat selama momen Idulfitri 1447 H. Serangan udara Isr...

Israel Tetap Serang Palestina di Momen Lebaran, 4 Tewas di Gaza
Aksi kekerasan Israel, baik melalui serangan militer maupun koloni Zionis, terus menghantui warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat selama momen Idulfitri 1447 H. Serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, sementara di Tepi Barat, pemukim Israel membakar rumah dan kendaraan milik warga sipil. Serangan ini menambah panjang daftar korban sejak gencatan senjata disepakati dengan mediasi Amerika Serikat (AS) pada Oktober tahun lalu.

Kekerasan di Tepi Barat diduga semakin intensif dilakukan oleh koloni Yahudi terhadap properti dan warga Palestina di tengah perang Timur Tengah antara Iran dan AS-Israel. Kekerasan ini terjadi bertepatan dengan Ramadan yang dilanjutkan Idulfitri, momen yang seharusnya menjadi perayaan bagi umat Muslim. Namun, warga Palestina justru menjalani Ramadan dan hari raya di tengah ketakutan, serangan, dan perusakan oleh militer Israel maupun koloni Zionis.

**Gaza**

Serangan udara Israel pada Minggu (22/3) menewaskan setidaknya empat orang di sekitar kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah. Tiga korban tewas adalah anggota polisi yang meninggal akibat serangan udara Israel yang mengenai kendaraan di sekitar Nuseirat. Puluhan orang lainnya terluka akibat serangan itu.

Pada serangan terpisah di kampung Sheikh Radwan, Gaza utara, seorang tokoh senior kelompok bersenjata yang memiliki keterkaitan dengan faksi Fatah tewas karena serangan Israel. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari militer Israel terkait serangan-serangan tersebut.

Sebelumnya, pada Kamis (19/3) lalu, serangan drone menargetkan kampung Zeitoun di Gaza City. Setidaknya tiga warga Palestina terbunuh dan banyak yang terluka akibat serangan itu. Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa setidaknya 680 warga Palestina telah terbunuh oleh Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai dilaksanakan pada Oktober tahun lalu.

Sejak Oktober 2023, agresi Israel ke Gaza telah menewaskan setidaknya 72 ribu orang, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak. Selain itu, bangunan-bangunan di Gaza pun hancur berantakan karena serangan udara dan pasukan darat Israel selama tiga tahun terakhir.

**Tepi Barat**

Pada saat yang sama, kekerasan juga meningkat di wilayah Tepi Barat. Kelompok pemukim Israel melakukan serangkaian serangan ke desa-desa Palestina. Rumah dan kendaraan dibakar di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar Nablus.

Saksi mata menyebutkan bahwa serangan dilakukan secara terkoordinasi oleh kelompok pemukim, sebagian menggunakan penutup wajah. Dalam beberapa kasus, pasukan keamanan Israel disebut berada di lokasi namun tidak menghentikan aksi tersebut. Peristiwa serupa terjadi di tempat-tempat lain di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Di Desa Burqa, timur Ramallah, kantor berita Palestina WAFA memberitakan bahwa sebelum tengah malam, kelompok koloni Zionis menyerang pusat kesehatan dan komersial di sana. Mereka tidak hanya menyerang, tetapi juga membakar bangunan dan merusak kendaraan warga.

"Sumber-sumber melaporkan bahwa para pemukim melakukan serangan mendadak terhadap desa tersebut di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel, yang memicu meningkatnya rasa takut dan ketegangan di antara penduduk," demikian diwartakan WAFA.

Situasi ini mempertegas eskalasi konflik yang terus berlangsung sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Organisasi hak asasi manusia menilai pola kekerasan, baik oleh militer maupun pemukim, semakin sistematis dan berisiko memperluas pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.

Pekan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel telah secara paksa memindahkan lebih dari 30.000 warga Palestina di Tepi Barat. Data PBB menunjukkan sejak awal 2026, sudah lebih dari 1.500 warga Palestina telah mengungsi akibat serangan pemukim Israel dan pembatasan akses. Angka tersebut setara dengan 95 persen dari total yang tercatat sepanjang 2025 lalu.

Sementara itu, dalam laporannya yang dirilis Jumat (20/3) pekan lalu, Pelapor khusus PBB Francesca Albanese menuduh Israel menyiksa tahanan Palestina secara sistematis dan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam laporannya, ia menyatakan lebih dari 18.500 warga Palestina telah ditangkap sejak Oktober 2023, termasuk setidaknya 1.500 anak-anak.

**Dewan Perdamaian (Board of Peace)**

Untuk mengatasi persoalan di Timur Tengah, terutama Palestina, banyak negara—termasuk Indonesia di bawah kepresidenan Prabowo Subianto—bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dibentuk dan dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan ini mengundang polemik di dalam negeri Indonesia. Namun, Prabowo memastikan Indonesia tetap mempertahankan keanggotaannya di BoP.

Pada 16 Maret lalu, Prabowo menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia penting untuk mendorong perdamaian global, termasuk dalam isu Palestina. Walaupun demikian, dia berjanji akan tetap mengevaluasi keanggotaan Indonesia apabila sudah tak sejalan. Belum dijelaskan kriteria yang akan dipakai.

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, Prabowo juga meluruskan informasi terkait komitmen pendanaan. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berkomitmen memberikan dana sebesar US$1 miliar dolar untuk Board of Peace. Pernyataan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik terkait posisi Indonesia dalam forum tersebut.

Terkait serangan AS berkolaborasi dengan Israel ke Iran sejak akhir Februari lalu atau awal Ramadan 1447 Hijriah, Prabowo memastikan semua hal terkait Indonesia di BoP ditangguhkan (On Hold).

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260323135711-120-1340596/israel-tetap-serang-palestina-di-momen-lebaran-4-tewas-di-gaza
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.