Internasional 23 Mar 2026 2 views

NATO Pede Mampu Buka Selat Hormuz usai Diejek Trump 'Penakut'

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte, menyatakan keyakinannya bahwa aliansi tersebut mampu membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaika...

NATO Pede Mampu Buka Selat Hormuz usai Diejek Trump 'Penakut'
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte, menyatakan keyakinannya bahwa aliansi tersebut mampu membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Rutte sebagai respons terhadap kritik tajam dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut NATO "penakut" karena dianggap kurang mendukung perang AS dan Israel melawan Iran.

Rutte menjelaskan bahwa operasi militer yang bersifat rahasia membutuhkan waktu bagi negara-negara NATO untuk menyamakan respons mereka. Ia menekankan bahwa sekutu dan mitra Eropa di seluruh dunia telah berupaya memastikan persatuan dan mulai merencanakan tindakan kolektif sebagai sekutu dan mitra Amerika Serikat. Rutte juga menyebut operasi AS tersebut penting karena "ancaman eksistensial" dari Iran.

Sebelumnya, Trump mengecam NATO di Truth Social pada Sabtu (21/3), menyatakan bahwa "Negara-negara NATO adalah penakut." Kecaman ini muncul setelah NATO mengumumkan penyesuaian misi di Irak, menyusul penarikan sementara pasukan non-tempur karena perang Iran.

Pada Minggu (23/3), Trump juga mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam 48 jam. Ia mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika selat tersebut tidak dibuka. "Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar terlebih dulu," ujar Trump.

AS selama ini menahan diri untuk tidak menargetkan lokasi energi Iran karena kekhawatiran dampak terhadap ekonomi global. Iran menanggapi ancaman tersebut dengan mengancam akan meluncurkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan. "Iran akan sepenuhnya menutup Selat Hormuz dan meluncurkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan jika pembangkit listrik kami diserang," demikian pernyataan otoritas Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Selat Hormuz adalah jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga ancaman penutupannya berpotensi mengguncang pasar energi global.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260323140530-134-1340599/nato-pede-mampu-buka-selat-hormuz-usai-diejek-trump-penakut
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.