Fakta-fakta Terbaru Hari ke-24 Perang AS-Israel Vs Iran
Judul: Fakta-fakta Terbaru Hari ke-24 Perang AS-Israel Vs Iran Daftar Isi Trump ultimatum Iran buka Selat Hormuz Krisis Selat Hormuz picu kenaikan harga minyak Serangan Israel ke...
Daftar Isi
Trump ultimatum Iran buka Selat Hormuz
Krisis Selat Hormuz picu kenaikan harga minyak
Serangan Israel ke Lebanon
Serangan Israel ke Teheran
Serangan Iran di sekitar Yerusalem
Kondisi negara-negara Teluk
Jakarta, Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-24. Banyak telah hal yang terjadi di antara kedua belah pihak.Presiden AS Donald Trump mengancam Iran agar membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 48 jam. Kemudian, bursa saham Asia berjatuhan pada Senin (23/3) ini karena harga minyak dunia terus melonjak.Lalu, jumlah korban tewas yang dilaporkan di Iran dan Lebanon sejak awal konflik kini telah mencapai angka ribuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rangkuman peristiwa penting terbaru yang terjadi dalam Perang AS-Israel melawan Iran. Trump ultimatum Iran buka Selat HormuzPada Sabtu (21/3), Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik di Iran jika Selat Horzum tidak dibuka kembali dalam 48 jam.Lihat Juga :Rusia Peringatkan Serangan Dekat PLTN Iran Bisa Berisiko FatalIran pun menanggapi ancaman tersebut. Jika Donald Trump menyerang pembangkit listrik Iran, mereka akan menutup Selat Hormuz tanpa adanya batas waktu.Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan melakukan pembalasan dengan menyerang pembangkit listrik di Israel serta yang memasok energi ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.Secara terpisah, seorang sumber Iran mengatakan kepada CNN bahwa Teheran mulai mempertimbangkan untuk memonetisasi kendali Selat Hormuz.Krisis Selat Hormuz picu kenaikan harga minyakSementara itu, di tengah ancaman ini, harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Minyak mentah Brent naik ke USD$114,09.Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol memandang saat ini perekonomian global sedang menghadapi ancaman yang sangat besar, bahkan lebih buruk daripada saat krisis minyak pada 1973 dan 1979.Serangan Israel ke LebanonPada hari ke-24, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan Israel terhadap infrastruktur di Lebanon selatan pada Minggu (22/3).Ia menyebutnya sebagai "awal dari invasi darat" dan "pelanggaran nyata" terhadap hukum internasional.Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa militer akan mempercepat penghancuran rumah-rumah di sepanjang perbatasan Lebanon selatan dan menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani.Serangan Israel ke TeheranMiliter Israel menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan berskala besar yang menargetkan infrastruktur di Teheran. Ledakan kuat dilaporkan terjadi di wilayah tengah, selatan, dan timur ibu kota.Rekaman yang telah diverifikasi Al Jazeera menunjukkan kobaran api dan asap membubung di atas kota Karaj, di sebelah barat Teheran, setelah serangan udara.Lalu, satu orang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel yang menghantam pemancar radio AM berkapasitas 100 kilowatt milik Islamic Republic of Iran Broadcasting di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, menurut kantor berita Mehr.Lihat Juga :Jelang Akhir Ultimatum Trump, Kapal Perang Inggris Tiba di Laut ArabSerangan udara juga meratakan bangunan permukiman di kota Urmia, di barat laut Iran. Tim penyelamat masih mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan, menurut kantor berita Nour yang berafiliasi dengan pemerintah.Dalam unggahan di platform X, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menargetkan fasilitas produksi mesin turbin di Provinsi Qom, Iran bagian utara-tengah, yang disebut digunakan untuk komponen drone dan pesawat terkait Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).Serangan Iran di sekitar YerusalemLalu, di Israel, sirene peringatan berbunyi di sekitar Yerusalem dan wilayah tengah Israel, disertai laporan ledakan.Al Jazeera menyebut jumlah korban luka akibat serangan Iran pada Sabtu di kota Dimona, yang menjadi lokasi fasilitas nuklir utama Israel, dan Arad meningkat menjadi sedikitnya 180 orang.Kondisi negara-negara TelukPeperangan juga berdampak pada negara-negara di Teluk Persia. Contohnya Arab Saudi.Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua rudal balistik diluncurkan ke arah Riyadh. Satu berhasil dicegat, sementara satu lainnya jatuh di area tak berpenghuni.Juru bicara IRGC mengatakan pasukannya telah menyerang Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.Uni Emirat Arab (UEA) juga merespons ancaman rudal yang datang dari Iran.Kantor Media Abu Dhabi menyebut seorang warga negara India mengalami luka ringan akibat puing yang jatuh di wilayah Al-Shawamekh setelah sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab mencegat rudal balistik yang menargetkan ibu kota.Di Qatar, menurut Kementerian Pertahanan Qatar, tujuh orang tewas pada 22 Maret dalam kecelakaan helikopter di perairan Qatar akibat gangguan teknis saat menjalankan "tugas rutin".Empat korban merupakan personel angkatan bersenjata Qatar, sementara tiga lainnya berasal dari Turki.Iran serang pasukan AS di BahrainDi Bahrain, Juru Bicara IRGC mengatakan pasukannya telah menyerang Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain menggunakan rudal dan drone.Lihat Juga :China Respons Ultimatum Trump, Khawatir 'Lingkaran Setan' Selat HormuzSementara itu Kantor berita Kuwait, KUNA melaporkan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait mengirim surat protes resmi ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional terkait "pelanggaran wilayah udara dan serangan terhadap fasilitas bandara" oleh Iran.Insiden tersebut dinilai melanggar konvensi penerbangan sipil internasional dan membahayakan penumpang serta petugas.Di luar negara-negara Teluk Persia, ada Lebanon yang melaporkan sedikitnya 1.029 orang tewas akibat serangan yang dilangsungkan Israel sejak 2 Maret.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Lebanon menyebut lebih dari 100 korban adalah anak-anak.Di Irak, sedikitnya 60 orang tewas sejauh ini, yang mana sebagian besar merupakan anggota Pasukan Mobilisasi Populer pro-Iran.Seorang awak kapal asing juga tewas dalam serangan terhadap kapal tanker di dekat pelabuhan Irak, menurut pejabat keamanan pelabuhan. (lau/wis)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260323180938-120-1340685/fakta-fakta-terbaru-hari-ke-24-perang-as-israel-vs-iran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Detik-detik AS Serang Iran usai Penembakan Dua Pesawat
06 Apr 2026
Diultimatum Trump, Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
06 Apr 2026
Perempuan WNI Ditemukan Tewas di Melbourne Australia
06 Apr 2026
Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran
06 Apr 2026
AS Cabut Izin Tinggal 2 Wanita Kerabat Jenderal Iran Soleimani
06 Apr 2026
Daftar Jenderal AS yang Dipecat Trump selama Perang Iran