Internasional 24 Mar 2026 2 views

Filipina Pertimbangkan Setop Operasional Pesawat Buntut Krisis BBM

Presiden Filipina, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., sedang mempertimbangkan penghentian operasional pesawat akibat krisis bahan bakar jet. Dalam wawancara dengan Bloomberg News pad...

Filipina Pertimbangkan Setop Operasional Pesawat Buntut Krisis BBM
Presiden Filipina, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., sedang mempertimbangkan penghentian operasional pesawat akibat krisis bahan bakar jet. Dalam wawancara dengan Bloomberg News pada Selasa (24/3), Bongbong mengungkapkan bahwa beberapa negara telah memberitahu maskapai penerbangan Filipina bahwa mereka tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat di sana. Akibatnya, maskapai Filipina harus membawa bahan bakar sendiri untuk perjalanan pulang-pergi.

"Beberapa negara telah memberi tahu maskapai penerbangan kami bahwa mereka tidak bisa mengisi bahan bakar pesawat, jadi mereka harus membawa bahan bakar sendiri untuk pergi dan pulang," kata Bongbong. Ia menambahkan bahwa penerbangan jarak jauh akan menjadi masalah yang jauh lebih serius. Bongbong tidak menampik kemungkinan penghentian operasional pesawat jika kondisi ini terus berlanjut, menyebutnya sebagai "kemungkinan yang nyata."

Maskapai penerbangan di Asia belakangan ini berjuang menyusun rencana darurat menyusul konflik di Timur Tengah. Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran telah memicu krisis energi global setelah penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas serta infrastruktur energi di kawasan tersebut. Filipina, sebagai salah satu negara Asia yang sangat bergantung pada impor minyak mentah—mayoritas dari Timur Tengah—lebih rentan terhadap risiko krisis energi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Cebu Air, maskapai penerbangan bertarif rendah Filipina, pada Senin (23/3) mengumumkan rencana untuk mengurangi penerbangan mulai bulan depan karena kenaikan harga bahan bakar. Sementara itu, Vietnam Airlines juga memutuskan menangguhkan sementara penerbangan di beberapa rute domestik.

Pernyataan Marcos ini sedikit bertentangan dengan pernyataan Menteri Energi Filipina, Sharon Garin, pada Selasa (24/3) pagi. Sharon mengatakan bahwa kementeriannya telah bertemu dengan maskapai penerbangan pada Senin (23/3) dan disampaikan bahwa mereka memiliki stok bahan bakar yang cukup untuk operasional. "Kami menemui mereka karena ingin mengetahui apakah mereka butuh bantuan dalam pengadaan barang, tapi mereka meyakinkan kami bahwa mereka baik-baik saja," ucapnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260324141755-106-1340850/filipina-pertimbangkan-setop-operasional-pesawat-buntut-krisis-bbm
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.